Menko Airlangga Dorong Pelabuhan Patimban Jadi World Class Terminal

Rabu, 24 Januari 2024 – 14:25 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong Pelabuhan Internasional Patimban menjadi World Class Terminal. Foto: Kemenko Perekonomian.

jpnn.com - SUBANG - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keberadaan Pelabuhan Internasional Patimban harus secara maksimal dimanfaatkan hingga menjadi world class terminal.

Menurutnya, pemerintah telah mengucurkan anggaran investasi yang cukup besar untuk membangun pelabuhan tersebut.

BACA JUGA: Program Kartu Prakerja Berlanjut, Menko Airlangga Ingin Buka Akses Pelatihan di Luar Negeri

Hasilnya, Pelabuhan Internasional Patimban sejak beroperasi 2021 memiliki peran kunci mendorong kekuatan ekonomi nasional dengan menghubungkan kawasan industri yang merangkum sejumlah wilayah penting, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan pasar internasional.

“Investasinya besar, sayang kalau tidak dioptimalkan secara maksimal. Pelabuhan Patimban harus didorong menjadi world class terminal,” ujar Airlangga Hartarto saat meninjau perkembangan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Internasional Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, (24/1).

Menurut Menko Airlangga, Pelabuhan Patimban memberi dampak signifikan pada Kawasan Metropolitan Rebana yang meliputi tujuh Kabupaten/Kota. Yaitu, Subang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Sumedang, Kuningan dan Kota Cirebon.

BACA JUGA: Menko Airlangga Tegaskan Pemda Bisa Berikan Insentif Fiskal Pajak Hiburan, Ini Dasarnya

Karena itu pelabuhan ini menjadi simbol pertumbuhan ekonomi dan wujud nyata visi Indonesia yang komprehensif dalam membangun infrastruktur berkelanjutan, mendorong kemakmuran bagi seluruh masyarakat.

Kawasan Rebana diestimasikan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian mencapai 7,16 persen.

BACA JUGA: 44 Bulan Berturut-turut Neraca Dagang Surplus, Menko Airlangga Sebut Berkat Hilirisasi

Membuka peluang terciptanya 4,39 juta lapangan pekerjaan serta peningkatan investasi sebesar 7,77 persen.

Selain itu, telah ada proposal PSN Kawasan Industri dengan nilai investasi keseluruhan mencapai Rp 169,5 triliun untuk mendukung Pelabuhan Internasional Patimban yang berfokus pada produksi semi konduktor, elektronika dan petrokimia.

Pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban sendiri bertujuan untuk mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dari pelabuhan, sehingga dapat memberikan penguatan ketahanan ekonomi.

Pelabuhan dengan nilai investasi sebesar Rp 43,22 triliun ini diharapkan juga dapat membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta dengan adanya pembagian arus lalu lintas kendaraan yang langsung ke arah Patimban.

"Harapannya, koridor utara Jawa akan lebih efisien dengan adanya pelabuhan ini, sekaligus membantu traffic di Jakarta tidak terlalu macet," ucapnya.

Pembangunan pelabuhan seluas 369 hektare tersebut juga didukung pembangunan Tol Akses Patimban untuk memudahkan akses dari dan ke Pelabuhan Internasional Patimban.

Proses konstruksi Tol Akses Patimban dimulai awal 2024 dengan total biaya investasi mencapai sebesar Rp5,02 triliun.

Panjang tol mencapai 37,05 kilometer terdiri dari 22,94 kilometer porsi pemerintah dan 14,11 kilometer porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Pelabuhan Internasional Patimban merupakan upaya perumusan solusi bagi pembangunan nasional ke depan yang tertuang sebagai Proyek Strategis Nasional dalam Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2016 tentang Penetapan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Dengan adanya PSN Pelabuhan Internasional Patimban dan Tol Akses Patimban, serta rencana pembangunan hinterland melalui Kawasan Industri Patimban, diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan efisiensi logistik di Indonesia, sehingga memperkuat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing di kancah internasional.

Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa Pelabuhan Internasional Patimban menjadi urat nadi dari pengembangan kawasan Rebana dan menopang Kawasan Industri di Bekasi, Karawang serta Purwakarta.

Menurutnya, produk otomotif yang hendak diekspor ke berbagai negara seperti Jepang dan Singapura dapat melalui Pelabuhan Internasional Patimban.

"Ekspor otomotif Indonesia meningkat tiap tahun dan kawasan pelabuhan ini disiapkan untuk 218 ribu unit. Tahun kemarin tercapai di atas 100 persen. Jadi sudah bisa dimanfaatkan maksimal,” kata Menko Airlangga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah anggota DPR RI, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Capt. Antoni Arif Pribadi.

Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian Perhubungan Triono Junoasmono, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.

Asisten Deputi Percepatan dan Pemanfaatan Pembangunan Kemenko Perekonomian Suroto, serta sejumlah anggota DPRD dan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menko Airlangga Tegaskan Pemerintah Dorong Percepatan Proyek MRT Cikarang-Balaraja


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler