Menko PMK: Sekolah Berbasis Agama Sangat Dibutuhkan

Jumat, 28 Juli 2023 – 09:24 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengingatkan semua pihak akan pentingnya peran lembaga pendidikan keagamaan dalam pembangunan Bangsa Indonesia. Foto: dok Kemenko PMK

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan semua pihak akan pentingnya peran lembaga pendidikan keagamaan dalam pembangunan Bangsa Indonesia.

Sebab, lembaga pendidikan keagamaan dengan pendidikan karakter adalah konteks yang penting untuk mengatasi tantangan krisis moral yang melanda masyarakat dunia termasuk di Indonesia saat ini.

BACA JUGA: Ganjar Bangun Sekolah Gratis di Daerah Terpencil Untuk Mudahkan Akses Pendidikan

Dia menerangkan, lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki basis ketuhanan dan penanaman karakter yang kuat akan menciptakan SDM yang unggul, bermoral, dan berakhlak mulia.

Hal itu disampaikan Menko PMK saat membuka Konferensi Nasional Gereja dan Pendidikan 2023, "Kolaborasi Menuju Transformasi Sekolah Kristen", yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Kristen Indonesia, di BPK Penabur Internasional School Kelapa Gading, Jakarta, pada Selasa (25/7)

BACA JUGA: Berkolaborasi dengan FKUI, RS Siloam Kupang Jadi Rumah Sakit Pendidikan Satelit

"Sekolah berbasis agama apa pun sangat dibutuhkan untuk pembangunan bangsa masa depan. Karena pasti lembaga pendidikan keagamaan itu pasti mengutamakan pendidikan karakter yang mutlak dilakukan lebih dahulu dari bahan pembelajaran lain," ujar Muhadjir.

Eks Mendikbud itu memaparkan pemerintah mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan agar menghasilkan peserta didik yang berkarakter dan beriman.

BACA JUGA: 2 Lembaga Pendidikan di Aceh Terima Bantuan 55 Unit Komputer dari BPKH

"Arah kebijakan pemerintah adalah mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, salah satunya Pendidikan Kristen agar dapat menghasilkan peserta didik yang berkarakter dan beriman," jelasnya.

Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap sekolah keagamaan swasta dengan sekolah yang dikelola pemerintah tidak membeda-bedakan. Keduanya sama mendapatkan bantuan operasional sekolah dari pemeirntah, juga mendapatkan bantuan berupa pembangunan sarana prasarana bila membutuhkan.

Kemudian, dalam hal kurikulum, pemerintah juga tidak membatasi. Masing-masing lembaga pendidikan keagamaan boleh mengembangkan dan merancang kurikulum sesuai kekhasannya, sepanjang kurikulum inti masih dilakukan.

"Dengan bantuan dan dukungan para pelaku pendidikan yaitu dari pihak pemerintah, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat, harapannya para peserta didik dapat mengimplementasikan hasil pendidikan karakter yang efektif dan bermanfaat bagi bangsa dan sesama umat beragama," ujar Menko PMK.

Muhadjir mengatakan, penanaman karakter dalam lembaga pendidikan keagamaan merupakan wujud dari penerapan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam arti, menjunjung tinggi dan menempatkan ketuhanan dalam setiap aspek kehidupan termasuk aspek pendidikan.

"Masyarakat Indonesia harus selalu bersandar pada sila pertama kita melayani tuhan dalam semua sektor, sektor pendidikan, sosial, ekonomi, politik, bahwa kita melayani Tuhan di semua sektor itu," ucapnya.

Menko PMK juga memberikan apresiasi atas kontribusi dari Majelis Pendidikan Kristen Indonesia yang telah membentuk lembaga pendidikan agama Kristen yang berkualitas baik, dan menghasilkan banyak SDM unggul.

Saya mengapresiasi sangat tinggi selama ini Majelis Pendidikan Kristen telah memberikan kontribusi besar pada pembangunan bangsa. Sudah 73 tahun berkiprah. Banyak sekali lembaga pendidikan yang unggul di bawah Majelis Pendidikan Kristen ini," ujar Menko Muhadjir.

Dalam kesempatan itu hadir Menteri Perdagangan RI periode 2016-2019 sekaligus Ketua Alumni Penabur Enggartiasto Lukita; Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat KemendikbudristekMuhammad Adlin Sila; Anggota DPD RI Abraham Liyanto; Dirjen Bimas Kristen Kemenag Jane Marie Tulung; Ketua Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Handi Irawan; Ketua Umum BPK Penabur Adri Lazuardi; Rektor Universitas Pelita Harapan Jonathan L. Parapak; Sekretaris Umum MPK Jopie Rory; Pimpinan Sinode Gereja Indonesia; Pimpinan dan Pengurus Yayasan Pendidikan Kristen; Rektor Perguruan Tinggi dan Sekolah Tinggi Teologi se-Indonesia.(mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler