Menperin Agus Ungkap Investasi VinFast di Indonesia, Nilainya Enggak Main-Main

Sabtu, 13 Januari 2024 – 16:18 WIB
Fasilitas pabrik VinFast. Ilustasi. Foto: VinFast

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memfasilitas rencana VinFast yang ingin melakukan investasi di Indonesia.

Produsen mobil asal Vietnam itu berencana berinvestasi sebesar 1,2 miliar dolar AS untuk memproduksi kendaraan listrik di Indonesia.

BACA JUGA: VinFast Bakal Kenalkan Mobil Listrik Bulan Depan, Diklaim Lebih Murah dari Air EV

Menteri Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang mengatakan Presiden Joko Widodo menyambut baik komitmen investasi VinFast untuk membangun ekosistem mobil listrik dan baterai di Indonesia.

Menurut dia, Jokowi menyakini investasi yang berasal dari Vietnam akan memperoleh kemudahan dan perlindungan yang baik.

BACA JUGA: Bersiap Masuk ke Indonesia, VinFast Melaporkan Peningkatan Pendapatan

"Sehingga beliau (Jokowi,red) mendorong perusahaan-perusahaan dari negara tersebut untuk memperkuat investasi di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

Pada Kamis (11/1), Menperin telah bertemu dengan jajaran VinFast yang menyatakan minatnya untuk menggelontorkan dana guna pembangunan pabrik perusahaan tersebut di Indonesia.

BACA JUGA: Crossover Listrik Terbaru Besutan VinFast Mengaspal, Ada Pilihan AWD

Adapun insentif yang dapat diberikan ke perusahaan industri kendaraan listrik tersebut meliputi fasilitas tax holiday, tax allowance, insentif bea masuk, serta insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Perusahaan bisa melakukan uji pasar dengan CBU impor dengan memanfaatkan fasilitas pajak bea masuk 0 persen dan pajak barang mewah 0 persen, sesuai Peraturan Menteri Investasi (BKPM) No. 6 Tahun 2023.

Di tahap produksi, perusahaan juga bisa memanfaatkan fasilitas tarif 0 persen untuk skema impor Completely Knock Down (CKD) atau Incompletely Knock Down (IKD) yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian No 29 Tahun 2023.

“Selain itu, fasilitas Pajak Barang Mewah 0 persen juga dapat dimanfaatkan, jika mencapai persyaratan minimum kandungan lokal sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Presiden No 79 Tahun 2023,” jelas Menperin.

Indonesia-Vietnam juga mendorong kerja sama teknologi, informasi, dan komunikasi untuk mendorong kemajuan industri digital kedua negara.

Selain itu, kedua negara menyepakati penguatan kerja sama di bidang pertanian dan perikanan.

Penandatanganan MoU kerja sama perikanan adalah momentum besar untuk mendorong kolaborasi dan investasi di bidang tersebut.

Lebih lanjut, dia mengatakan Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia dan Vietnam berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Presiden mengungkapkan, Indonesia dan Vietnam sepakat untuk terus menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan melalui implementasi konkret dari ASEAN Outlook on the Indo-Pacific dan dukungan terhadap Keketuaan Laos di ASEAN. (Antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... Vinfast Dipastikan Bangun Pabrik di Indonesia, Berikut Mobil Listrik yang Bakal Dirilis


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler