Menristek Lega N219 Nurtanio Siap Mengudara di Daerah Kepulauan

Sabtu, 12 Desember 2020 – 16:56 WIB
Menristek dan Kepala Bidang Inovasi Bambang Brodjonegoro. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro menyaksikan uji terbang pesawat N219 Nurtanio.

Dia berterima kasih pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), PT Dirgantara Indonesia (PTDI), dan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atas keberhasilan dalam pengembangan pesawat N219.

BACA JUGA: Bismillah, Jokowi Luncurkan Pesawat Nurtanio

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian Perhubungan khususnya DKPPU yang memberikan registrasi pesawat ini. Juga dukungan dari test pilot yang sudah menghabiskan waktu yang cukup banyak untuk memastikan pesawat ini aman dan memang dibutuhkan negara kita sebagai negara kepulauan,” ungkap Menristek/Kepala BRIN saat menyaksikan uji terbang di PTDI, Jumat (11/12).

Pesawat yang diberi nama Nurtanio oleh Presiden RI Joko Widodo pada 10 November 2017 ini merupakan pesawat karya anak bangsa hasil kerja sama antara LAPAN dan PTDI.

BACA JUGA: Bambang Brodjonegoro Apresiasi Kolaborasi ITB dan Pertamina

N219 Nurtanio menjalani serangkaian pengujian seperti aircraft performance, karakteristik kestabilan dan pengendalian, uji terbang struktur pesawat, dan pengujian sub sistem pesawat (avionic system, electrical system, flight control, propulsion).

Saat ini N219 Nurtanio sudah mendekati tahap akhir pengujian untuk mendapatkan type certificated yang merupakan sertifikasi kelaikan udara dari desain manufaktur pesawat yang diterbitkan oleh otoritas kelaikudaraan sipil DKPPU Kemenhub.

BACA JUGA: 4 Prioritas Kemenristek di 2021 untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Menteri Bambang juga mengapresiasi atas keberhasilan PTDI dalam melakukan full integrator melibatkan berbagai macam industri dalam negeri yang terkait dengan komponen pesawat mulai dari desain hingga manufaktur.

Dengan adanya fungsi full integrator ini diharapkan bisa menaikkan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 50%.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada PTDI yang untuk pertama kalinya berfungsi sebagai full integrator mulai dari desain hingga manufakturnya melibatkan berbagai macam industri yang terkait dengan komponen pesawat," tuturnya.

Dia berharap, rantai nilai produksi atau industri pesawat di Indonesia bisa diwujudkan dan meningkatkan TKDN yang saat ini hampir 40% serta ditargetkan naik di atas 50%.

Saat meninjau uji terbang pesawat N219 Prototype Design 2 (PD2) di apron hanggar final assembly line KP II PTDI Bandung, Menristek Bambang menyampaikan juga harapannya bahwa keberhasilan pengembangan pesawat N219 ini bisa menjadi awal kebangkitan industri dirgantara di Indonesia dan mampu mempersatukan seluruh wilayah Indonesia.

“Kami berharap pesawat N219 ini bisa menjadi awal dari kebangkitan industri dirgantara di Indonesia. Kita bisa membuktikan Indonesia sanggup dan mampu mendesain, membangun pesawat ini dari awal sampai menjadi pesawat utuh. Mudah-mudahan bisa menjadi kebanggaan kita semua karena pesawat inilah yang nanti akan mempersatukan seluruh wilayah di Indonesia,” tutup Menteri Bambang. (esy/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler