Mentan Dorong Produktivitas Kopi Jember Meningkat

Kamis, 24 Mei 2018 – 14:44 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JEMBER - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong produktivitas kopi di Jember, Jawa Timur, meningkat. Menurut Amran, saat ini produktivitas kopi di Jember sangat rendah yaitu 0,6 ton per hektare per tahun.

"Kami ingin tingkatkan menjadi dua ton per hektare per tahun," kata Amran saat meninjau perkebunan kopi rakyat di Jember, Rabu (23/5).

BACA JUGA: Cerita Menteri Amran yang Pernah Ditawari Uang Sogokan

Amran melihat petani Jember tidak fokus menggarap lahannya sehingga produktivitas dan kualitas kopi tidak terjaga. Padahal, meski tidak dirawat dengan baik, kopi Jember terkenal di dunia.

"Agroklimatnya cocok untuk kopi. Bayangkan kalau kopi ini digarap serius. Nanti kami akan beri bibit unggul di sini," kata Amran.

BACA JUGA: Mahasiswa di Jember Ditantang Wujudkan Lumbung Pangan Dunia

Sementara itu, Bupati Jember Faida menyatakan, pihaknya siap mengembangkan kopi di daerahnya. Farida mengaku akan mencari lahan untuk digarap serius bersama Kementan.

"Kami akan cari lahan tidur untuk menambah luas tanam. Kalau lahan yang ada, kami tingkatkan produksinya," ujar Faida.

BACA JUGA: Ingat Masa Kecil, Amran Sulaiman Berburu Belut di Sawah

Sejauh ini, kata dia, Pemkab Jember telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi dan kualitas kopi. Di antaranya, membina petani dan melatih barista.

Faida menambahkan, ada 241 ribu petani kopi rakyat di Jember. Luas tanam setiap petani 0,3 hektare.

"Produksi 0,6 ton per tahun," pungkasnya.

Menteri Amran berencana mengembangkan tanaman kopi di Jember. Alasannya, perkebunan yang ada belum optimal penggarapannya, meski agroklimatnya bagus.

Pengentasan kemiskinan melalui sektor pertanian, menjadi faktor berikutnya. Sebab, petani bisa mengantongi sekitar Rp6 juta per bulan dari budi daya kopi, meski luas lahannya 0,3 hektare.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Kementan bakal memberikan bantuan berupa benih kopi terbaik beserta pupuk. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) pun ditugaskan memberikan pendampingan. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bedah Kemiskinan dan Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler