Mentan Dukung Program Satu Juta Ternak Sapi Bali

Minggu, 05 Januari 2020 – 15:30 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo (kanan kemeja putih) saat di Bali. Foto Humas Kementan

jpnn.com, BALI - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendukung penuh program Provinsi Bali untuk mencapai satu juta ternak sapi. Hal tersebut disampaikannya saat menyaksikan penandatangan tiga nota kesepahaman antara Kementerian Pertanian dengan Gubernur Bali di Denpasar, Sabtu (4/1).

Salah satu nota kesepahaman tersebut adalah terkait populasi sejuta sapi Bali mendukung program sapi kerbau komoditas andalan negeri (Sikomandan).

BACA JUGA: Mentan: Pertanian Solusi Permanen Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Menurut Mentan SYL, Bali merupakan provinsi yang memiliki potensi pertanian dan peternakan yang sangat besar. Dengan adanya nota kesepahaman ini, maka Kementan akan mendukung sepenuhnya program-program pertanian dan peternakan di Bali.

"Pada hari ini telah ditandatangani tiga buah nota kesepahaman antara Kementan dan Pemda Bali. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pembangunan pertanian menuju pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” ungkap Mentan SYL.

BACA JUGA: Mentan Minta Petani di Sumsel Meningkatkan Kualitas Produksi Beras

Mentan berharap dengan meningkatnya produksi dan produktivitas, maka ke depan produksi pertanian tersebut bisa diekspor. Langkah ini lanjutnya sejalan dengan gerakan tiga kali ekspor atau Gratieks.

Sementara itu Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan bahwa Provinsi Bali merupakan wilayah yang berbasis pertanian, dan penyediaan pangan merupakan salah satu program utama saat ini. Dukungan Kementan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian di Bali dipandangnya sangat penting dalam membantu program Pemda dan masyarakat Bali.

BACA JUGA: Komisi IV DPR Dukung Kementan Kembangkan Ternak Unggul Sapi Aceh

"Bali kaya akan komoditas pertanian lokal seperti jeruk, salak, kopi, sapi, kambing, dan lain-lain. Namun komoditas-komoditas ini belum diberdayakan secara optimal. Ke depan, diharapkan bantuan Kementan untuk mengoptimalkan potensi ini," jelasnya.

Khusus terkait program satu juta ternak Sapi Bali pada tahun 2025, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita menyampaikan bahwa target tersebut dapat dicapai apabila ada peningkatan jumlah induk sapi sebesar 30-45 persen dari populasi saat ini, dan didukung oleh peningkatan kelahiran pedet sebesar 80-85 persen dari Indukan jumlah sapi.

Sementara itu angka pemotongan sapi betina produktif di Bali harus bisa diturunkan hingga 5-10 persen dari pemotongan tercatat saat ini, dan angka kematian pedet harus diturunkan ke angka di bawah 5 persen dari sapi yang lahir.

"Apabila parameter-parameter tersebut tercapai, maka program sejuta ternak Sapi Bali akan kita capai. Ditjen PKH selalu siap mendukung program ini, karena hal ini sejalan dengan Sikomandan, salah satu program penting dari bapak Mentan SYL," kata Ketut. (cuy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler