Mentan: Porang dan Sarang Burung Walet Masuk Program Super Prioritas Pertanian

Minggu, 06 Juni 2021 – 21:11 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo siap mendorong ekspor sarang burung walet ke Eropa dan Amerika. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, SULAWESI SELATAN - Kementerian Pertanian (Kementan) menjadikan porang dan sarang burung walet sebagai komoditas super prioritas dalam meningkatkan nilai ekspor di bidang pertanian.

Hal ini dikatakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat meninjau kebun tanaman porang dan sarang burung walet di Desa Talumae, Kecamatan Watan Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

BACA JUGA: Tingkatkan Produksi Pertanian, Kementan Perkuat Peran SDM di Perguruan Tinggi

"Ekspor di bidang pertanian meningkat 15 persen dengan nilai kurang lebih Rp500 triliun. Karena itu porang dan sarang burung walet masuk dalam program super prioritas," ujar Mentan Syahrul, Sabtu (5/6).

Mentan mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan mendorong perluasan tanaman Porang di Sulawesi Selatan, dengan meminta Dirjen terkait agar mempermudah warga dalam menanam Porang.

BACA JUGA: Nindy Ayunda Beri Pesan Menohok untuk Kekasih Baru Askara, Nikita Mirzani Maksudnya?

"Potensi sarang burung walet dan Porang sangat menjanjikan, apalagi penanganan Porang dan walet baru ditangani satu tahun terakhir. Kami berharap ke depan ekspornya makin meningkat," katanya.

Disisi lain, Mentan Syahrul juga mendorong lahirnya jutaan petani milenial yang memiliki kemampuan lebih dalam mengelola sektor pertanian, khususnya komoditas porang dan walet. Ke depan, mereka diharapkan mampu melewati tantangan dan mengkoneksikan pasar ekspor.

BACA JUGA: Mentan SYL dan Menkop UKM Gandeng IPB Wujudkan Korporatisasi Sektor Pertanian

"Sesuai arahan Presiden Jokowi kita harus mengakselerasi komoditas komoditas yang memang menjanjikan dan memiliki skala ekonomi yang menguntungkan. Karena itu generasi muda harus turun membangun sektor pertanian," katanya.

Di samping itu, dalam upaya memajukan komoditas porang hingga menghasilkan kualitas ekspor yang bagus, perlu melibatkan peran lintas antar kementerian.

Misalnya, Kementan di sisi pengembangan budidaya dan produksinya, sementara bagian hilir Kementerian Perindustrian yang membina industri pengolahan, sedangkan pasar dan ekspor perlu peranan Kementerian Perdagangan.

"Porang ini masa depan. Saya mau lihat hasil pengembangannya dalam 3 bulan lagi. Buat ini lebih kuat agar ekspor kita makin meningkat," ucap Mentan.(ikl/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sebut Ayus Suami Nissa Sabyan, Dokter Indra: Ada Orang yang Tidak Bertanggung Jawab


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler