Mentan SYL Sebut IP2TP Memenuhi Syarat untuk Menelurkan Terobosan Pertanian

Senin, 28 Juni 2021 – 22:03 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Penelitian (IP2TP) memenuhi semua persyaratan untuk melakukan terobosan. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Penelitian (IP2TP) di bawah Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) telah memenuhi semua persyaratan untuk melakukan terobosan-terobosan pertanian.

Terlebih, kata Mentan SYL di masa pandemi yang tidak bisa diprediksi sampai kapan berakhirnya.

BACA JUGA: Resmikan IP2TP Muneng, Mentan SYL Mengapresiasi Pengembangan Riset Pertanian

"Saya bangga memiliki tempat riset seperti ini. Tapi semoga saja hasil penelitiannya sama hebatnya dengan gedung yang keren," kata Mentan saat membuka perhelatan Gelar Inovasi Teknologi AKABI (GITA) 2021 diselenggarakan Balitkabi, Kementerian Pertanian di IP2TP Desa Muneng, Jawa Timur, Sabtu (26/6).

GITA 2021 bertemakan "Hilirisasi Teknologi AKABI Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional dan Peningkatan Kesehatan Masyarakat".

BACA JUGA: Hari Krida Pertanian ke 49, Mentan SYL: Petani itu Keren, Bertani itu Hebat

Saat ini IP2TP Muneng memiliki tampilan baru yang lebih modern. IP2TP sebelumnya bernama "Proef Station Voor Den Land Bouw", sebuah tempat penelitian yang berdiri sejak 1938.

Mentan SYL menyebutkan riset dan inovasi pertanian sebelumnya pernah disinggung Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA: Mentan SYL: Predikat WTP Ini Bukti Kementan sudah Berada di Jalur yang Benar

Pada saat Pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2021, dia menekankan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak bisa lagi dilakukan dengan cara yang konvensional dan hanya bersifat rutinitas, melainkan memerlukan terobosan dan inovasi.

"Negara ini terlalu bagus, matahari yang terus bersinar, air cukup, tanah yang subur. Maka setahun pandemi kemarin tidak ada yang cash flow-nya yang naik selain pertanian? Allah SWT sebetulnya sudah kasih makanan. Tinggal pertanyaannya, kita mau berkeringat atau tidak?" ujarnya.

Mentan SYL yang akrab dipanggil komandan lebih lanjut menyampaikan bahwa sepanjang 2020, ekspor pertanian naik 15,79 persen atau Rp 451,77 triliun, triwulan pertama 2021, 36,2 persen setara hampir Rp 200 triliun.

Oleh karena itu, Mentan menegaskan "Bertani itu hebat". Tetapi, harus mulai dibangun dari pertanian desa yang hebat, pertanian di tingkat kecamatan yang hebat, pun seterusnya.

Bupati Probolinggo Tantriana Sari menyampaikan rasa terima kasih dengan adanya IP2TP di Probolinggo.

Tantriana berharap IP2TP menjadi daya tarik bagi milenial untuk terjun di sektor pertanian. Menurutnya, saat ini, menurutnya berdasarkan usia, 80 persen sektor pertanian adalah mereka "seniornya milenial".

"Kami akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan balai penelitian ini. Mampu memperkaya, memperkuat dengan sharing knowledge bagi penyuluh dan regenerasi petani," ungkapnya.

Lebih lanjut, Tantriana menjelaskan permasalahan pengembangan kedelai di Probolinggo bukan pada sulitnya mendapatkan benih.

Namun, pada harga pembelian petani (HPP) sehingga petani lebih tertarik pada komoditas lain.

Pada kesempatan itu juga, Mentan SYL didampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hasan Aminuddin, Bupati Probolinggo, Tantriana Sari melepa ekspor ubi jalar Antin 2 yang memiliki kandungan antosianin dan Beta 2 dengan kandungan betakaroten tinggi ke China serta kecap 'Kipas Sate' berbahan baku kedelai Detam 1 ke Belanda dan Australia. (jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler