Menteri Amran: Mari Perangi Kartel Pangan

Sabtu, 20 Mei 2017 – 15:22 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (nomor dua dari kiri) dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam sidak stok pangan jelang Ramadan di Pasar Beras Cipinang. Foto: Kementan

jpnn.com - Kenaikan harga pangan sama halnya dengan banjir yang melanda Jakarta setiap tahun, dan terus berlangsung.

Sama halnya dengan harga pangan, setiap tahun Indonesia selalu alami gejolak harga pangan ditingkat konsumen. Terlebih fluktuatifnya harga pangan terjadi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

BACA JUGA: Harga Bawang Putih Melonjak, Pedagang Ogah Jual Kiloan

Siklus ini kembali terjadi tahun ini, mulai dari meroketnya harga cabai rawit merah yang menembus angka 120 ribu per kg di pasar, padahal Maret produksi cabai mencapai 75.465 ton dengan asumsi konsumsi sebesar 68.472 ton, bawang merah sebesar 99.435, asumsi kebutuhan sebesar 98.639 ton, tetapi harga dipasar mencapai 50 ribu per Kg dari harga normal 28 ribu per kg.

Setelah harga cabai dan bawang berangsur turun ke harga normal, giliran harga bawang putih yang melonjak tajam dipasar yaitu 48 ribu per kg dari harga normal 22 ribu per kg. Bahkan di beberapa daerah harga bawang putih melonjak hingga 60 ribu per kg.

BACA JUGA: Jelang Ramadan, Seperti apa Persiapan Luna Maya?

Kementerian Pertanian sejak 2016 sudah membentuk jaringan toko tani yang bertujuan memperpendek rantai distribusi pangan.

Jaringan toko tani yang tersebar di seluruh Indonesia ini telah menjalin kerjasama dengan perusahaan jasa angkutan yang mengantar langsung pesanan dari toko tani ke rumah konsumen.

BACA JUGA: Serap Gabah Turun, KTNA Minta Bulog Jangan Main-Main!

Keuntungan dari toko tani ini, konsumen mendapatkan produk pangan yang segar dan harga yang wajar.

Untuk faktor yang kedua, ini menjadi perhatian khusus pemerintah karena titik terakhir distribusi pangan pokok selain beras yang kewenangannya di Badan Urusan Logistik (Bulog), ada di para distributor dan merekalah yang mengatur lalu lintas pasokan kebutuhan pangan pokok hingga ke pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia.

Ironisnya peranan distributor ini secara tidak langsung berperan pada fluktuatif harga pangan dipasar.

Mengantisipasi kondisi tersebut di atas, dan arahan dari Presiden Jokowi pada rapat kabinet terbatas agar mengawal keberadaan stok pangan dan stabilisasi harga menjelang ramadhan dan idul fitri, diawal Mei 2017 dibentuk satgas pangan oleh Kepolisian Republik Indonesia dengan melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Urusan Logistik, Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha.

Satgas pangan memiliki tugas dan tanggung jawab yang tegas, yaitu mengamankan keberadaan stok pangan, menstabilkan harga dan perangi kartel pangan.

Kartel pangan inilah sebagai pihak yang berperan dalam terjadinya gejolak harga seperti baru-baru ini, kejadian penggerebakan yang dilakukan satgas pangan berhasil menangkap penimbun bawang putih sebesar 182 ton di gudang Marunda.

Tak hanya sebatas sidak, terkait hal ini pemerintah membuka kran impor 9.000 ton bawang putih. Produk ini dipastikan akan tersebar kepasar hingga ramadhan dan idul fitri.

Wakil Kepolisian Republik Indonesia Syafruddin dengan tegas mengatakan, apa pun bentuknya, baik itu penyelundupan, permainan harga, maupun penimbunan dan sebagainya bakal ditindak tegas.

Ancaman tindak tegas terhadap kartel yang sengaja menimbun untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya tidak main-main, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dalam kesempatan terpisah mengatakan bakal berperang bersama memberantas kartel

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, dan bagi importir yang dengan sengaja menimbun ijin akan dicabut, dan dari Kementerian Pertanian sendiri tidak akan memberikan rekomendasi terhadap importer penimbun," tutur Amran.

"Untuk itu kami jamin ketersediaan pangan dan harga stabil jelang Ramadan nanti,” imbuh dia.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mentan Gelar Operasi Pasar Bawang Putih di Surabaya, Hasilnya?


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler