Menteri Budi Bicara Pemilu Damai, Singgung soal Pemilih Pemula & Indonesia Emas

Jumat, 16 Februari 2024 – 12:34 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi menyampaikan banyaknya pemilih pemula tahun ini akan menjadi tonggak awal menuju Indonesia Emas 2045. Foto dok. Kemenkominfo

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi menyampaikan banyaknya pemilih pemula tahun ini akan menjadi tonggak awal menuju Indonesia Emas 2045.

Pemuda-pemudi di Indonesia masih memiliki waktu yang cukup menuju tahun 2045. Oleh karena itu, dia mengimbau agar para pemuda tetap semangat untuk terus berkarya bagi negeri tercinta.

BACA JUGA: Rektor IAIN Ponorogo Serukan Pemilu Damai Tanpa Provokasi

Menteri Budi mengingatkan, dalam masa pemilu akan banyak beredar misinformasi dan hoaks yang akan terus muncul selama masa pemilihan pemilu 2024. 

"Karena itulah Kemenkominfo melakukan sosialisasi kepada peserta Talkshow Literasi Digital dengan berfokus pada 4 pilar materi, yaitu Kecakapan Digital, Budaya Digital, Etika Digital dan Keamanan Digital," tutur Menteri BudI pada kegiatan Literasi Digital untuk Pemilu Damai belum lama ini.

BACA JUGA: GPDKR minta Iklan Pemilu Damai Diganti Jadi Pemilu Jurdil

Oleh karena itu, lanjutnya, upaya menangkal berita hoaks diperlukan skill untuk mencari sumber informasi yang jelas. 

Talkshow Literasi Digital Harmoni Pemilu Damai merupakan salah satu upaya literasi digital untuk segmen masyarakat umum dalam rangkaian kegiatan program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi Kemenkominfo RI. 

BACA JUGA: Serukan Pemilu Damai, Aliansi Pemuda Bergerak Bersatu Turun ke Jalan

Program Indonesia Makin Cakap Digital bertujuan memberikan literasi tentang teknologi digital kepada masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.

Selaras dengan yang dikatakan Menteri BudI, Tiktok Indonesia juga mendukung pengurangan hoaks di aplikasi Tiktok dengan turut serta men-takedown konten-konten negatif, seperti hoaks, kekerasan, dan lain-lain.

"Hoaks dilarang di Tiktok. Sudah ada mesin moderasi untuk meng-takedown konten sebelum di-share kalau misal melanggar tanpa adanya laporan, keuangan,” ujar Public Policy and Goverment Relations Tiktok Indonesia Faris Mufid dalam Talkshow Literasi Digital Harmoni Pemilu Damai.

Tiktok indonesia juga memiliki filter sendiri untuk menentukan konten-koten yang FYP (For Your Page) di setiap masing-masing akun Tiktok Pengguna.

“Kami dapat memfilter konten-konten yang tidak disukai. Tiktok juga dapat me-refresh fyp dari awal, menghapus konten yang melanggar," tambahnya.

Selaras dengan Tiktok Indonesia, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga turut andil dalam mengawasi konten-konten yang memiliki muatan negatif.

Anggota Bawaslu Republik Indonesia Puadi mengungkapkan pihaknya memiliki metode pengawasan melalui penelusuran aplikasi untuk melaporkan hoaks. Mengecek mana-mana saja informasi yang hoaks atau tidak. 

"Dalam masa kampanye banyak video informasi viral. Nah, itu bisa dicek hoaks atau tidak," ujar Puadi.

Pada saat masa-masa kampanye 2024 Bawaslu telah menemukan banyak konten bermuatan hoaks dan misinformasi yang banyak beredar di beberapa platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, Tiktok dan YouTube.

“Terdapat 110 pelanggaran konten paling banyak di Facebook. Informasi hoaks apa pun dari hasil pengamatan paling banyak, Instagram 103, Twitter 99, Tiktok 27, dan YouTube paling rendah,” tambahnya.

Kemenkominfo bekerja sama dengan setiap lembaga media dan pemerintahan bertujuan meningkatkan kesadaran publik akan bahaya hoaks dan misinformasi yang banyak beredar di ruang digital. (esy/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler