Menteri LHK Resmikan Program Kampung Mandiri Energi E-Mas Bayu dan E-Mbak Mina

Selasa, 05 Maret 2019 – 18:49 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya saat meninjau hasil Program Energy Mandiri Surya Angin. Foto: Humas KLHK

jpnn.com, CILACAP - KLHK apresiasi Program Energy Mandiri Surya Angin (E-Mas Bayu) dan Energy Mandiri Tambak Ikan (E-Mbak Mina) dari Pertamina Refinery Unit IV (Pertamina RU IV) Cilacap.

Program ini dibuat di Dusun Bondan, Desa Ujung Alam, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

BACA JUGA: Menteri LHK Bersama Masyarakat Bersihkan Pantai Cilacap

Ini bertujuan memberdayakan masyarakat pesisir agar mandiri dan berwawasan lingkungan dengan energi baru terbarukan.

Hal ini merupakan wujud ketaatan dan komitmen PT. Pertamina dalam memenuhi standar Program Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang ditetapkan oleh KLHK.

BACA JUGA: Kendalikan Karhutla di Riau, KLHK Pakai Teknologi Modifikasi Cuaca

Program E-Mas Bayu dan E-Mbak Mina secara simbolis diresmikan oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti yang dilakukan di dekat gedung kontrol E-Mas Bayu, Dusun Bondan.

Dengan Program ini masyarakat Dusun Bondan yang termasuk kawasan desa nelayan yang tertinggal dan terpencil dapat menerima manfaat nyata berupa peningkatan kesejahteraan akibat dibangunnya teknologi energi mandiri ini.

BACA JUGA: Menteri LHK Pimpin Aksi Bersih Sampah di 74 Kawasan Konservasi

Progam ini sendiri dikelola secara mandiri oleh Kelompok Tani Tambak Mandiri yang memiliki kepengurusan sebanyak 38 orang.

"Soal Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), isu lingkungan yang penting berkaitan adalah perubahan iklim, tadi ada energi E-Mas Bayu dari surya dan angin, serta tambak terpadu mandiri E-Mbak Mina, ini sangat perlu karena dengan energi yang bukan bahan bakar migas, maka sebetulnya kita sedang menjaga iklim kita untuk tidak cepat panas," ujar Menteri Siti saat memberikan sambutan pada peresmian ini di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

Program pengembangan energi mandiri yang ramah lingkungan ini ternyata berkontribusi terhadap penguraian emisi karbon, yaitu sebesar 1.1 ton eq.CO2/Bulan.

Selain itu program ini juga mampu meningkatkan hasil tambak bandeng, udang dan kepiting para petani rata-rata sebesar Rp 1,5 juta per bulan dari peningkatan omzet penjualan sebesar Rp. 8 juta/bulan.

Energi Mandiri dari Program E-Mas Bayu ini memanfaatkan sumber daya alam melalui teknologi hybrid one pole (HEOP) yang merupakan perpaduan antara panel surya dan kincir angin.

Sejak 2017 sampai saat ini telah dilakukan pembangunan 5 kincir angin dan 24 panel surya. Dengan teknologi ini dapat dihasilkan listrik sebesar 12.000 WP, yang berguna untuk mengaliri listrik 37 rumah atau 98% wilayah di Dusun Bondan tanpa perlu lagi menarik kabel sejauh 7 km dari desa sebelah seperti sebelum adanya teknologi ini. 

Direktur Pengolahan Pertamina, Budi Santoso Syarif menyatakan pengembangan energi bersih berwawasan lingkungan didukung melalui program energi baru dan terbarukan, telah menjadi komitmen Pertamina. 

"Sebagai wujud nyata dari program energi baru dan terbarukan, Pertamina RU IV Cilacap telah mengaplikasikannya melalui Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya Sistem On Grid yang kali ini dikemas dalam Program Unggulan PROPER E-Mas Bayu (Energi Mandiri Tenaga Surya Dan Angin). Pada hari ini juga diresmikan program E-Mbak Mina (Energi Mandiri Tambak Ikan) di Kampung Laut," ujar Budi.

Kemudian pada Program E-Mbak Mina masyarakat telah mendapatkan hasil berupa meningkatknya produksi budidaya tambak dengan konsep tambak terpadu.

Dengan adanya Program E-Mbak Mina, para nelayan tambak di Dusun Bondan bisa meningkatkan produksi tambak ikan bandeng, udang, dan kepiting masing-masing sebesar 160 kg, 50 kg, dan 20 kg per tiga bulan dan juga telah menghasilkan produk yang unik dan belum ada di koperasi – koperasi dan pusat oleh – oleh Cilacap serta pemanfaatan sisa hasil pengolahan tambak menjadi produk bernilai ekonomis.

Pada kunjungan kali ini Menteri Siti pun sempat melaksanakan panen raya ikan bandeng di tambak terpadu di Dusun Bondan tersebut.

Selanjutnya, Menteri Siti juga mengunjungi Program Konservasi Laguna Kawasan Segara Anakan Cilacap (Kolak Sekancil).

Kawasan seluas 125 Ha ini merupakan upaya pemberdayaan masyarakat melalui konservasi mangrove. Dengan program ini selain melakukan konservasi vegetasi mangrove, masyarakat Desa Ujung Alam diberikan Pelatihan Olahan Tambak, Pelatihan Batik Pewarna Alami Mangrove, dan Perluasan Pemasaran Hasil UMKM.

Mendukung keberadaan areal konservasi mangrove tersebut, Menteri Siti pun sempat melakukan penanaman mangrove di lokasi tersebut.

Dengan program Kolak Sekancil ini kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan yaitu dengan pendapatan dari penjualan olahan Mangrove dengan omzet sekitar 3 juta per bulan, dan pendapatan dari penjualan Batik Mangrove dengan omzet sekitar 2 juta per bulan.

Di lokasi ini Pertamina RU IV bekerjasama dengan kelompok masyarakat Krida Wana Lestari Dusun Lempong Pucung telah menanam 1.236.200 pohon mangrove sejak 10 tahun.

Kawasan Segara Anakan menjadi kawasan hutan bakau terbesar di Asia, dimana terdapat 44 Jenis mangrove yang telah teridentifikasi.

Pada kesempatan yang sama juga dicatatkan Rekor Muri untuk 3 hal, yaitu: rekor MURI Kilang dengan Rumah Terbanyak Menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya terbesar di Indonesia dengan kapasitas 1 Megawatt, Senam Berbusana APD (Alat Pelindung Diri) Peserta Terbanyak, serta Pembagian Botol Minum dan Sedotan Pakai Ulang Terbanyak.

Sebagai informasi, dengan penilaian PROPER, setiap perusahaan diwajibkan melakukan pengelolaan lingkungan hidup dan didorong untuk berinovasi dalam pengelolaan sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakat di sekitar. PT Pertamina pada tahun 2018 telah mendapatkan 13 predikat PROPER Emas dari total 20 PROPER Emas yang diberikan pemerintah tahun 2018 lalu. Tidak hanya Emas, Pertamina juga memboyong 69 PROPER Hijau dari total 155 PROPER Hijau.

Kegiatan Kunjungan Menteri LHK kali ini juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) M. R. Karliansyah, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Jajaran Forkompinda Kabupaten Cilacap, serta jajaran manajemen Pertamina baik dari korporat maupun RU IV Cilacap. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri Siti Kelilingi Mangrove Angke, Jaring Sampah Plastik


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler