Menteri Marwan Ajak Investor di Perbatasan

Rabu, 04 November 2015 – 04:01 WIB
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jaf’ar . FOTO: DOK.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jaf’ar mengajak para investor menanamkan modal di daerah perbatasan negara. Selain karena potensi yang begitu besar, langkah ini dinilai dapat memercepat pembangunan kawasan perbatasan negara menjadi beranda depan Indonesia. 

“Perbatasan kita kaya potensi. Makanya perlu ajak para investor masuk dan mengambil peluang ini, sekaligus ikut memercepat pembangunan di desa-desa perbatasan negara,” ujar Marwan saat membuka Border Investment Summit, Selasa (3/11).

BACA JUGA: KPK Bidik Pihak Lain di Kasus Korupsi e-KTP

Menurut Marwan, forum Border Investment Summit yang digelar kali ini, diikuti 41 pemerintah daerah perbatasan, investor, pelaku industri, akademisi. Tujuannya untuk bertukar informasi sekaligus menggali informasi akurat tentang peluang berinvestasi di daerah perbatasan. 

“Investor butuh informasi akurat tentang kondisi fisik lokal, aksesibilitas dan alternatif pengembangan komoditas unggulan di perbatasan. Termasuk gambaran tentang analisis kelayakannya,” ujar Marwan.

BACA JUGA: Gunung Rinjani Meletus, Bandara Banyuwangi Diawasi Ketat

Salah satu potensi bisnis di perbatasan, lanjut Marwan, adalah investasi di bidang agribisnis. Untuk itu, perlu ada kombinasi faktor-faktor sumber daya alam dan manusia secara optimal, dipadukan dengan kejelian memilih jenis usaha.

Jenis-jenis usaha tersebut meskipun dinilai mempunyai prospek investasi yang baik, namun masing-masing memiliki kekhususan, terutama dalam hal peluang pasar dan pemasaran baik di pasar domestik maupun pasar global.

BACA JUGA: Dari Jakarta, Presiden Finlandia Sampaikan Duka Cita Bagi Korban...

“Makanya peluang ada, potensinya ada, sekarang tinggal bagaimana cara efektif agar investasi di perbatasan itu segera terealisasi dan masyarakat perbatasan bisa segera maju dan bisa menikmati pembangunan,” ujar Marwan.

Marwan menjelaskan, pemerintah saat ini terus membangun aset di daerah perbatasan, seperti sarana dan prasarana dasar, sarana dan prasarana transportasi dan konektivitas antar pulau di daerah perbatasan serta sarana penunjang lainnya yang akan mendukung pengembangan investasi lainnya. Potensi dan aset tersebut merupakan modal awal yang dapat didayagunakan oleh semua pihak, termasuk oleh pihak swasta, yang akan mengurangi biaya awal investasi secara keseluruhan.

“Peran pihak tentu sangat dibutuhkan, yakni dalam bentuk penyertaan modal, penerapan teknologi, dan manajemen pemasaran diharapkan sekaligus dapat meningkatkan perekonomian di daerah perbatasan dan wilayah sekitarnya. Kita yakin, daerah perbatasan nantinya akan maju, memiliki daya saing yang kuat, dan aman,” ujar Marwan.

Dijabarkan pula bahwa ada tiga kategori usaha yang dapat dikembangkan pihak swasta di daerah perbatasan, meliputi kegiatan usaha primer, sekunder, dan tersier. Kegiatan sektor ekonomi primer berupa pengembangan pertanian dalam arti luas, perkebunan dan peternakan, serta pengembangan usaha ekstraktif di bidang perikanan, kehutanan, dan pertambangan.

Adapun sektor usaha sekunder diantaranya meliputi potensi industri rumah tangga dan agroindustry. Sedangkan sektor ekonomi tersier meliputi jasa pelayanan, jasa konstruksi, dan jasa perdagangan, maupun jasa lainnya.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pansus Pelindo II Diduga Hanya Untuk Lengserkan RJ Lino dan Rini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler