Menteri Marwan Perkuat Desa Bahari

Jumat, 29 Januari 2016 – 17:57 WIB
Marwan Jafar/ dok JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menancapkan visi Indonesia menjadi poros maritim dunia. Sebagi tindaklanjutnya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertingal, dan Transmigrasi Marwan Jafar telah mengidentifikasi dua persoalan serius yang dihadapi masyarakat desa pesisir.

Berbicara saat menjadi Keynote Speaker seminar nasional sewindu Centre for Lokal Law Development Studies Universitas Islam Indonesia (CLDs UII) 2016 di kampus Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Kamis (28/1), Marwan menyatakan masalab pertama ialab para nelayan yang juga sebagai masyarakat desa pesisir masih tidak berdaya secara ekonomi dan politik.

BACA JUGA: Kasus Papa Minta Saham Terhambat, Ini Pesan Jaksa Agung untuk Setya Novanto

Hidup mereka terjerat oleh para pemburu rente, cukong, atau tengkulak nakal yang memanfaatkan para nelayan yang miskin modal, akses pasar untuk keuntungan pribadinya.

“Tidak sedikit para nelayan, masyarakat desa pesisir berhutang kepada para tengkulak atau rente untuk membeli bahan bakar kapal dan memiliki kewajiban untuk dijual hanya kepada mereka dengan harga yang rendah,” ujarnya.

BACA JUGA: Anak Buahnya Laporkan HT ke Bareskrim, Begini Tanggapan Jaksa Agung

Persoalan kedua, masyarakat pesisir mempunyai desa tetapi tidak memiliki tradisi berdesa yang kuat. Desa hanya merupakan unit administratif. Desa tidak mempunyai otoritas dan kapasitas yang memadai sebagai basis kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat, termasuk tidak mampu memberikan proteksi, fasilitasi dan konsolidasi bagi nelayan.

“Agenda poros maritim dunia tentu sangat menjajikan bagi pertumbuhan ekonomi. Tetapi jika agenda besar ini melupakan desa pesisir maka ketimpangan akan semakin lebar,” kata dia.

BACA JUGA: SIMAK: Saran Pimpinan Badan Legislasi untuk Wakil Rakyat Pemalas

Berpijak dari pemahaman ini, Menteri Marwan senantiasa menegakkan pilar-pilar kemaritiman sebagai bagian dari orientasi program kerja Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Arah pertama adalah untuk mewujudkan masyarakat desa terutama di wilayah pesisir memiliki orientasi bahari.

“Ini bisa juga disebut sebagai ‘membaharikan desa’ yang antara lain dengan menumbuhkan wisata Desa pesisir, budidaya rumput laut, mutiara, perikanan tangkap dan lain sebagainya,” ujar Marwan. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kapolri Persilakan TNI Serang Kelompok Teroris Santoso di Poso


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler