Menteri Nadiem: Kuatkan & Majukan Pendidikan Vokasi

Rabu, 24 Juli 2024 – 07:01 WIB
Menteri Nadiem Makarim mengajak menguatkan dan memajukan pendidikan vokasi di Indonesia. Foto: Humas Kemendikbudristek

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek)  Nadiem Anwar Makarim mengatakan satuan pendidikan vokasi baik di jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK) maupun perguruan tinggi merupakan salah satu platform inovasi untuk mendukung dan mengembangkan produk-produk buatan Indonesia.

Menurut dia, banyak produk hasil inovasi dan kreativitas dari peserta didik dan mahasiswa vokasi yang kini telah dimanfaatkan secara luas, baik di dalam maupun luar negeri.

BACA JUGA: Kemendikbudristek Gandeng MAP Retail Academy Cetak Lulusan Vokasi Siap Kerja

Oleh karena itu, lanjut Nadiem, Kemendikbudristek mengajak semua pihak untuk terus bersama-sama menguatkan dan memajukan pendidikan vokasi di Indonesia.

“Dengan menguatkan pendidikan vokasi, kita turut menumbuhkan rasa bangga atas produk buatan Indonesia. Mari terus lanjutkan Gernas BBI/BBWI dan gerakan memajukan pendidikan Indonesia,” kata Menteri Nadiem dalam sambutannya secara virtual pada Seremoni Harvesting Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BBI/BBWI) X Vokasifest 2024, baru-baru ini. 

BACA JUGA: Ikhtiar Wuling Memajukan Dunia Pendidikan Vokasi di Indonesia

Menurut Nadiem, saat ini Kemendikbudristek terus melakukan berbagai terobosan untuk menguatkan ekosistem inovasi di pendidikan vokasi.

Salah satunya melalui program SMK Pusat Keunggulan yang telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 1,7 juta peserta didik di seluruh Indonesia. 

BACA JUGA: Menteri Nadiem: Semangat Kebersamaan dan Moderasi Harus Dijaga

Nadiem menambahkan manfaat tersebut di antaranya adalah memberikan kesempatan yang lebih luas untuk melakukan praktik kerja lapangan di dalam berbagai perusahaan kelas dunia, dan melakukan pembelajaran yang lebih relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka. 

Selain itu, di jenjang pendidikan tinggi, mahasiswa vokasi juga mendapatkan kemerdekaan yang lebih luas untuk belajar di luar kampus melalui program-program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi  Kemendikbudristek Kiki Yuliati mengatakan bahwa sebagai ajang tahunan, Vokasifest 2024 memperkenalkan pendidikan vokasi sebagai solusi dalam menghadapi berbagai tantangan dan persoalan di masyarakat. 

"Kami hadir di seluruh lini bahwa pendidikan vokasi tidak hanya menyiapkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga menjawab berbagai tantangan termasuk kewirausahaan,” kata Dirjen Kiki.

Pendidikan vokasi, lanjut Dirjen Kiki, bisa menjadi mitra bagi para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bisa maju bersama.

Melalui pengembangan riset terapan, insan vokasi mampu berkontribusi dan menyelesaikan masalah nyata di dunia usaha dan dunia industri (DUDI), termasuk UMKM.

Sementara itu, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memberikan apresiasi atas hasil karya busana peserta didik dari 11 SMK di DKI Jakarta yang tampil di malam Seremoni Harvesting Gernas BBI/BBWI X Vokasifest 2024.

Menurut Heru, berbagai hasil karya para murid SMK tersebut dapat mendukung penguatan produk dalam negeri yang merupakan salah satu tujuan Gernas BBI/BBWI. 

Heru berharap hasil kreativitas luar biasa dari para talenta-talenta dari siswa SMK-SMK di Jakarta tersebut dapat terus didukung dan dipromosikan. (esy/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler