Menteri Siti Apresiasi Jasa Pemulung Sampah di Indonesia

Jumat, 25 Mei 2018 – 06:17 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya dalam acara Green Ramadan di Jakarta. Foto: Humas LHK

jpnn.com, JAKARTA - Kekuatan utama pengelolaan sampah ada pada masyarakat. Diperlukan gerak bersama mengubah sampah jadi berkah.

Untuk itu secara nasional, pemerintah membutuhkan komitmen mulai dari pengusaha, pemda, pengelola bank sampah, komunitas peduli lingkungan hingga komunitas pemulung.

BACA JUGA: Sikat Mafia Hukum Lingkungan, KLHK Gandeng Komisi Yudisial

''Yang paling penting dan paling cepat menyelesaikan masalah sampah adalah kita bersama, melalui gerakan-gerakan masyarakat,'' kata Siti Nurbaya dalam acara Green Ramadan di Jakarta.

''Kita harus mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pemulung yang sudah membantu kerja pemerintah tanpa diminta,'' tambahnya.

BACA JUGA: Jangan Rusak Keanekaragaman Hayati Indonesia

Data KLHK menunjukkan ada sekitar 5 juta orang pemulung tersebar di 25 provinsi di Indonesia.

Kontribusi pemulung di TPST Bantar Gebang dalam mengambil kembali sampah yang bisa didaur ulang mencapai 420 ton/hari.

BACA JUGA: Udara Jakarta-Palembang Bersih dan Siap untuk Asian Games

''Ini adalah potensi yang cukup tinggi dan baik melalui pelibatan pemulung di TPA, sehingga sampah yang ditimbun di TPA dapat berkurang,'' katanya.

Menteri Siti Nurbaya juga mengapresiasi semakin berkembangnya Bank Sampah di masyarakat. Menurutnya, ini bisa menumbuhkan ekonomi sirkular.

Saat ini ada 5.244 bank sampah di 31 provinsi dan 218 kabupaten/kota di Indonesia.

Jumlah pelibatan masyarakat di Bank Sampah mencapai 174.904 orang. Bank sampah berkontribusi mengurangi sampah nasional sebesar 1,7%.

Saat ini juga terdapat 722 komunitas gerakan masyarakat yang peduli terhadap pengelolaan sampah. Jumlahnya terus meningkat.

''KLHK sangat mengapresiasi semua gerakan berbasis masyarakat ini,'' kata Menteri Siti.

Dengan berbagai keterlibatan masyarakat ini, diharapkan target 30% pengurangan sampah dan 70% penanganan sampai tahun 2025, sebagaimana Peraturan Presiden No 97 Tahun 2017, bisa tercapai.

Ketua Ikatan Pemulung Indonesia, Polly Lengkong mengatakan saat ini ada sekitar 6.000 pemulung di Bantar Gebang.

Jika tidak ada pemulung, 20–30 % sampah tidak akan terangkut.

Untuk itu pihaknya kini punya ikatan dan konsep menjadikan ‘Pemulung Bermartabat’, dengan mendirikan kampung pemulung, di mana kelak pemulung tidak lagi tinggal di gubuk, bisa mendirikan kawasan industri pengelolaan sampah, dan menjadi anggota BPJS.

Sementara itu Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia, Saharudin Ridwan mengatakan, konsep Bank Sampah adalah dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.

Dengan adanya bank sampah lingkungan jadi bersih, dan masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi.

Saharudin mencontohkan di Makassar misalnya terdapat 365.000 nasabah bank sampah, 95% anggotanya adalah perempuan.

“Sekarang telah muncul berbagai inovasi misalnya sampah tukar air galon, sampah tukar beras, dll,'' kata Saharudin.

Acara Green Ramadan merupakan terobosan KLHK untuk mendengarkan secara langsung suara masyarakat.

Diharapkan dari acara ini terjalin komunikasi yang baik antara masyarakat dengan pemerintah untuk mencari solusi dan inovasi terbaik terkait isu-isu tentang pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan.

Acara ini berlangsung setiap hari Selasa dan Kamis sepanjang bulan Ramadan.

Tahun ini Green Ramadan KLHK mengangkat tema “Berjuta Cinta untuk Indonesia Hijau, Adil dan Lestari”.

“Bisnis Kelola Sampah Yang Berkah” menjadi topik perdana Green Ramadan KLHK tahun 2018.(flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Para Artis Cantik Ini Dukung Menteri Siti Selamatkan Alba


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler