Menteri Siti Yakin Target 23 Persen Penggunaan EBT Pada 2025 Bakal Tercapai

Rabu, 10 Juli 2019 – 22:24 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. Foto: Humas KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia kini tengah mengembangkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) untuk tenaga listrik masa depan. Ditargetkan pada 2025 sudah 23 persen EBT digunakan. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nubaya meyakini target tersebut bisa tercapai.

“Dalam catatan listrik sudah dicapai 11,7 persen, tetapi dalam catatan energi secara keseluruhan diperkirakan sudah mencapai 15 hingga 17 persen,” ujar Menteri Siti di KLHK, Jakarta, Rabu (10/7).

BACA JUGA: Masuki Puncak Kemarau, KLHK Giatkan Patroli Terpadu

Dia pun menuturkan, sejauh ini kapasitas EBT yang terpasang sudah mencapai 9.761 megawatt dari 65.480 megawatt listrik nasional. Bahkan, penggunaan EBT diperkirakan gas 22 persen, batu bara 54 persen dan BBM 0,4 persen pada 2030.

Siti menambahkan, Presiden Joko Widodo sudah mendukung program penerapan EBT dan disampaikan pada rapat kabinet pada 8 Juli lalu.

BACA JUGA: KLHK Luncurkan Tinjauan Kebijakan Pertumbuhan Hijau Indonesia 2019

Selain itu, Siti juga mengaku sudah berbicara langsung dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan terkait langkah atau upaya memajukan EBT dan mengurangi energi batu bara.

Pada sektor, perindustrian pemerintah juga mengintroduksi mobil listrik dengan pola kendaraan hemat energi terjangkau. Kemudian, Kementerian Keuangan juga memberikan subsidi sebesar Rp 500 ribu per ton kepada pemerintah daerah yang bisa membangun listrik tenaga sampah.

BACA JUGA: Menteri Siti Sebut Rekomendasi OECD Sangat Bantu Untuk Pertumbuhan Hijau

“Untuk di KLHK, kami berupaya menggenjot penanganan mangrove untuk 'low carbon development'. Karena Indonesia merupakan pemilik hutan mangrove terbesar di dunia seluas 3,7 juta hektare,” tandas Siti. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... OECD Berikan Rekomendasi Kebijakan Pertumbuhan Hijau ke KLHK


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler