Menteri Syahrul Puji Sosok Eksportir Milenial asal Kaltara, Siapakah Dia?

Sabtu, 11 September 2021 – 20:41 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di acara pelepasan ekspor ekspor 28 ton lada milik eksportir milenial Kaltara ke Vietnam, Sabtu (11/9). Foto: Benuanta

jpnn.com, TARAKAN - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor 28 ton lada ke vietnam, Sabtu (11/9).

Dia memuji sosok anak muda di balik keberhasilan ekspor tersebut.

BACA JUGA: Mentan SYL: Pertanian Salah Satu Solusi saat Turbulensi Ekonomi

Sosok itu adalah Anya Mandalika (24), eksportir milenial asal Kalimantan Utara (Kaltara).

"Potensi produk pertanian berorientasi ekspor di Kaltara masih sangat terbuka lebar. Saatnya yang muda dengan kemampuan digital memanfaatkannya,” kata Menteri Syahrul di Tarakan, Kaltara.

BACA JUGA: Menteri Syahrul Ajak Masyarakat Budi Daya Tanaman Hias, Siap Ekspor ke Amerika dan Eropa

Dia menyampaikan, Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak mencetak pelaku agribisnis, termasuk eksportir pertanian berusia muda, sebagai bagian dari upaya peningkatan ekspor melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (Gratieks).

Penguatan peran pelaku usaha muda atau generasi milenial di seluruh Indonesia ini dimaksudkan mendorong percepatan ekspor dengan fasilitasi layanan, pendampingan teknis persyaratan ekspor serta membuka akses pasar.

BACA JUGA: Menteri Syahrul Tegaskan Persiapkan War Room Kostra Tani di Kementan

Dari data IQFAST di Barantan, saat ini Kaltara memiliki 4 komoditas unggulan ekspor pertanian, yaitu kakao biji, palm kernel, kulit kayu bakau dan lada biji.

Ke-4 komoditas ini telah difasilitasi agar memenuhi persyaratan teknis ekspor enam negara tujuan oleh Kementan melalui Karantina Pertanian Tarakan, yaitu Nepal, Malaysia, Singapura, Filipina, Tiongkok dan Vietnam.

“Ke depan, gali lagi ragam komoditas barunya dan perluas akses pasarnya. Jika menemui kendala dapat meminta pendampingan Kementan dalam kerangka Gratieks,” kata mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu.

Selama masa pandemi, ekspor pertanian baik di Kaltara maupun secara nasional, tetap berjalan dan bertumbuh.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor pertanian 2020 mencapai Rp 451,8 triliun atau meningkat 15,7 persen dari nilai ekspor tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 390,16 triliun.

Pada periode Januari hingga Juli 2021, nilai ekspor mencapai USD 2,24 miliar atau Rp 313,6 triliun atau meningkat 8,72 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang yang turut hadir dan melepas ekspor menyambut baik ajakan Mentan Syahrul.

Zainal beserta jajarannya siap mendukung momentum kinerja ekspor positif pertanian.

“Kami siap bersinergi untuk menjaga momentum ini dan siap mendorong pembangunan pertanian untuk pemulihan ekonomi,” kata Zainal.

Kepala Badan Karantina Pertanian Bambang juga menjelaskan dirinya beserta jajaran sebagai koordinator tim gugus tugas Gratieks memberikan akses informasi yang seluas-luasnya bagi pelaku usaha yang baru.

“Jika ada hambatan atau memerlukan pendampingan proses bisnis ekspor, datang ke Klinik Agro Ekspor Karantina Pertanian, kami siapkan karpet merah,” pungkas Bambang. (mar1/benuanta)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Para Driver Ojek Online Menyampaikan Permintaan Khusus pada Menteri Syahrul


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler