Menurut Dedi Rosadi, Sebaran Wabah Corona Akan Berakhir di Bulan Ini

Senin, 20 April 2020 – 10:34 WIB
Ilustrasi virus corona. Foto: Pixabay

jpnn.com, YOGYAKARTA - Persebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia diprediksi akan berhenti pada akhir Mei 2020. Dengan total penderita positif Covid-19 mencapai 6.174 kasus.

Hal itu dikatakan Guru Besar Statistika Universitas Gadjah Mada (UGM) Dedi Rosadi.

BACA JUGA: Sudah Sebulan, Pasien Positif Corona Tak Kunjung Sembuh, Dokter pun Bingung

Bersama dengan pakar lainnya, Dedi membuat permodelan probabilistik dengan dasar data nyata atau probabilistik data-driven model (PDDM).

Melalui model tersebut, diperkirakan penambahan maksimum total penderita Covid-19 akan terjadi pada minggu kedua bulan April. Dengan penambahan kurang lebih 740 sampai 800 pasien pada tanggal 7-11 April. “Dan diperkirakan akan terus menurun setelahnya,” ujar Dedi dilansir dari Radar Jogja.

BACA JUGA: Guru Besar IPB Beri Solusi Atasi Krisis Ekonomi Akibat Corona

Meskipun maksimum total penderita Covid-19 diprediksi sebanyak 6.174 kasus, Dedi mengaku mulai pertengahan Mei, total penderita yang bertambah akan relatif kecil.

Model PDDM yang digunakan, masih membatasi efek-efek eksternal lainnya, semisal suhu udara, jumlah populasi, dan kepadatan penduduk yang diasumsikan, tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah penderita. Model dasar digunakan adalah model teori antrian.

BACA JUGA: Sebelum Longsor Terjadi, Warga Sudah Mengungsi

“Model ini mengasumsikan proses pasien datang ke rumah sakit sebagai penderita Covid-19 positif mengikuti proses antrian Markovian,” tambahnya.

Dedi mengaku, rata-rata eror kesalahan prediksi selama dua minggu terakhir hanyalah sebesar 1,5 persen saat menggunakan model PDDM. Setelah diujikan prediksi sejak Kamis (26/3) sampai empat hari setelahnya, hanya memiliki eror maksimum sebesar 0,9 persen dan minimum 0,18 persen.

Model PDDM, tambah Dedi, adalah penyempurnaan dari model statistika dasar yang dikembangkan oleh rekannya Heribertus Joko Kristadi.

Sebelumnya, model ini pernah dicoba dan dibandingkan dengan berbagai model statistika, pembelajaran mesin (machine learning), dan runtun waktu seperti kurva Gompertz, Logistic model, model Eksponensial, ARIMA. Meskipun sederhana, tetapi mampu memberikan akurasi prediksi satu harian ke depan yang sangat baik.

Meski demikian, Dedi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan mudik terlebih dahulu. Hal ini agar bisa mewujudkan usainya pandemi Covid-19.

Selain itu, pihak pemerintah juga sebaiknya melakukan intervensi ketat terkait partial lockdown dan physical distancing. “Harus dilakukan sampai pandemi benar-benar berakhir,” ungkap Dedi. (eno/bah/radarjogja)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler