Mereka yang Ngotot Mengejar Status All-Star

Nasib Bergantung Para Pelatih

Rabu, 14 Januari 2009 – 06:26 WIB
Foto : REUTERS
BAGI pemain NBA, status All-Star sangat mahal harganyaSaat ini, sejumlah pemain muda sedang ngotot berjuang masuk jajaran elite tersebut.

Setiap tahun, NBA mencari 24 orang pemain All-Star

BACA JUGA: Sainz Makin Jauh dengan Kemenangan Kelima

Dua belas dari wilayah timur, 12 lagi dari wilayah barat
Ada dua cara terpilih sebagai pemain All-Star

BACA JUGA: Development Award untuk Federasi Sepak Bola Palestina

Sepuluh pertama lewat pilihan penggemar
Empat belas sisanya lewat pilihan para pelatih.

Untuk cara pertama, jelas berat

BACA JUGA: Internal The Blues Bergolak

Seorang pemain harus benar-benar hebat atau memang populer di mata para penggemarItulah sebabnya, meski tahun ini tampil mengecewakan, pemain seperti Tracy McGrady (Houston Rockets) tetap berada di barisan atas pilihan penggemarPemain berjuluk T-Mac itu memang masih punya banyak ''pengikut''.

Bagi mereka yang belum pernah masuk All-Star, harapan terbesar adalah lewat pilihan pelatihNamun, karena para pelatih jauh lebih kritis dari penggemar, mereka tak punya jalan lain kecuali memberikan yang terbaikDan sekarang ini adalah masa-masa ngotot ituSebab, para pelatih akan memilih All-Star mendekati akhir Januari iniKalau sekarang tampil bersinar, mereka akan langsung diingat.

Di antara para pemain muda itu, ada lima yang mungkin paling layak mendobrak barisan All-StarYaitu, Danny Granger (Indiana Pacers), Devin Harris (New Jersey Nets), Al Jefferson (Minnesota Timberwolves), David Lee (New York Knicks), dan Jameer Nelson (Orlando Magic).

Belakangan, Granger terlihat paling beringasDia telah mencetak 30 poin atau lebih dalam lima dari enam pertandingan terakhirDalam seminggu terakhir, dialah mesin poin nomor satu di NBA, dengan rata-rata sekitar 35 poin per gameOverall, dia mencetak 26,5 poin per game, terbanyak keempat di NBADi belakang tiga superstar: Dwyane Wade (Miami Heat, 29 poin), LeBron James (Cleveland Cavaliers, 27,7), dan Kobe Bryant (Los Angeles Lakers, 27).

Perkembangan Granger memang memukau banyak orangKhususnya pelatih Pacers sendiri, Jim O'BrienSejak bergabung di NBA pada 2005 lalu, pemain asal New Orleans itu terus menunjukkan progres signifikan.

''Saya pikir dia menunjukkan perkembangan hampir dalam setiap pekan,'' kata O'Brien''Kalau melihat performanya musim ini, saya rasa dia layak masuk All-Star,'' lanjutnya.

Sayang, pelatih tak boleh memilih pemainnya sendiriJadi, O'Brien tak bisa membantu Granger, hanya bisa melontarkan pujian untuk mengingatkan 29 pelatih lain.

Sayangnya lagi, Pacers tidak punya rekor yang memukau (13-25)Jadi, para pelatih lain itu bisa tak memilih Granger karena tak mampu membawa timnya meraih lebih banyak kemenanganMeski Pacers merupakan spesialis kalah tipis di NBA (belasan kali kalah di bawah lima poin atau lewat overtime), para pelatih lain itu mungkin tetap tak mau memberi poin ''kasihan''.

Yang berpeluang lebih besar masuk All-Star mungkin adalah Devin HarrisPoint guard muda Nets itu benar-benar memukau pada awal musim 2008-2009 iniDia mampu mencetak rata-rata 22,9 poin dan 6,7 assist per gameBersama superstar Vince Carter, dia membantu mendorong Nets ke barisan kandidat playoff wilayah timur.

Penghalang Harris adalah cedera hamstringDia absen beberapa laga terakhir, kehilangan kesempatan pada minggu-minggu ''emas'' untuk memukau penggemar dan pelatih.

Kandidat lain? Al Jefferson punya rata-rata double-doubleRaksasa muda Minnesota Timberwolves itu mencatat rata-rata 22,5 poin dan 10,4 reboundTimnya memang tampil superburuk pada awal musimNamun, belakangan Timberwolves mulai menunjukkan taring, perlahan merangkak dari barisan terbawah.

Kendala utama Jefferson adalah pesaingSebagai center di wilayah barat, dia harus berebut suara dengan Shaquille O'Neal (Phoenix Suns) dan bintang muda lain, Andrew Bynum (Los Angeles Lakers).

Kalau David Lee, semangat mengejar rebound adalah senjata utama pemikat suara pelatihDia adalah pemain favorit penggemar New York Knicks, punya rata-rata 11,1 rebound, masuk lima besar di NBAYang sulit adalah mengategorikan posisi LeeDi New York (yang kecil-kecil), dia bermain centerNamun, secara tinggi badan (208 cm) dan karakter bermain, dia sebenarnya seorang power forwardPosisi ''tanggung'' itu bisa membuat para pelatih tak kompak memilih.

Pemain muda terakhir yang punya kans kuat masuk All-Star: si pendek (untuk ukuran NBA) Jameer Nelson (183 cm)Point guard Magic itu belakangan tampil solidBerada di tim yang mengandalkan raksasa Dwight Howard dan barisan penembak jarak jauh, Nelson bisa dibilang merupakan satu-satunya penetrator (pemain penusuk) Magic.

Nelson sekarang sedang baik-baiknya, mencatat rata-rata sekitar 16 poin per gameSayang buat Nelson, sekarang ada banyak pemain hebat bersaing di posisinya (guard)Misalnya, Ray Allen (Boston Celtics) dan Mo Williams (Cleveland Cavaliers).

Rajon Rondo sebenarnya juga layak masuk barisan kandidat muda ini dan bersaing dengan NelsonTapi, Celtics tampaknya sudah akan diwakili Ray Allen, Paul Pierce, dan Kevin GarnettJadi, para pelatih mungkin tak mau memberikan satu jatah lagi untuk tim hijau, sementara banyak pemain dari tim lain yang juga layak.

Tapi, siapa tahu hasilnya bisa berbeda, dan Celtics mengirimkan empat pemainnya untuk tampil di All-Star Game, pertengahan Februari nanti di Phoenix(azrul ananda)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Marta Vieira da Silva, Pemain Wanita Terbaik Dunia 2008


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler