Merengek saat Kena Razia Asmara Subuh

Senin, 07 Juli 2014 – 07:42 WIB

jpnn.com - MEDAN - Langit belum lagi putih seutuhnya. Namun, keramaian hingga kepadatan, sudah tampak jelas di kawasan lintasan Kanal, Jalan Brigjen Zein Hamid Kelurahan Titikuning Kecamatan Medan Johor, Minggu (6/7) pagi.

Para remaja berjumlah hampir ribuan yang mengendarai sepeda motor, tampak mengisi setiap sisi kawasan jembatan yang dibangun pada itu. Mulai dari berkumpul dengan parkir berjejer di pinggir jalan, sampai pada berlalu lalang sambil meledakkan petasan, tampak menjadi kebebasan bagi para remaja itu.

BACA JUGA: Ajaib! Dikubur Tiga Hari Bayi Masih Hidup

Memasuki pukul 06.00 WIB, suasana kemeriahan dan kebebasan para remaja itu, tiba-tiba buyar dan berubah panik. Hampir seratusan petugas gabungan dari Polisi, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan TNI memasuk kawasan itu, sehingga membuat muda-mudi kocar-kacir.

Sambil berteriak "polisi...", para muda-mudi itu tampak memutar arah sepeda motor mereka, sebagai usaha penyelamatan atas penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang mereka lakukan.

BACA JUGA: Mobil Anti Galau Keliling Bogor

Namun, kepanikan muda-mudi itu seketika pecah, begitu mengetahui kalau petugas juga sudah mengepung mereka. Oleh karenanya, terlihat muda-mudi itu mengubah gaya penyelamatan diri mereka, dengan cara masing-masing. Mulai dari memarkirkan sepeda motor mereka di antara kendaraan petugas lalu pergi, menangis minta dimaafkan sehingga tidak ditindak, sampai pada bersembunyi ke semak belukar.

"Tolonglah Pak, jangan ditilanglah. Nanti aku kena marah. Kami tadi mau menjenguk ayah aku yang ada di rumah sakit Sembiring," ungkap Ruri, remaja berusia 15 tahun yang ditindak karena berbonceng 3 mengendarai sepeda motor Honda Blade warna hitam BK 2950 AA.

BACA JUGA: Dibui 7 Tahun Diduga Masih Terima Gaji

Begitu juga dengan remaja putri lainnya, Indah tampak menangis karena terjaring dalam razia itu. Disebut siswi kelas III SMA yang tinggal di Jalan Besar Delitua Gang Cempaka itu, dirinya akan dimarahi orangtuanya bila sepeda motor Honda Beat warna hitam tanpa nomor Polisi yang dikendarainya, terjaring dalam razia, karena sebelumnya sudah dilarang orang tuanya untuk keluar rumah, pagi itu.

Tidak ketinggalan Dian, juga terlihat menangis karena ditindak dalam razia itu. Remaja berusia 15 tahun yang tinggal di kawasan Marindal itu juga mengaku takut dimarahi orang tuanya, sehingga nekad bersembunyi di dalam semak belukar di kawasan itu.

"Cemana lagi bang, udah takut bercampur panik. Mau tidak mau terpaksalah bersembunyi di semak belukan itu. Harapannya, selamat dari razia ini aja tadi, " ungkap Iwan (25) warga Jalan Eka Warni yang mengendarai Yamaha Mio BK 6302 OF yang juga terjaring dalam razia itu.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Medan, Kompol M Budi Hendrawan yang memimpin razia itu mengatakan kalau kegiatan itu merupakan program rutin pihaknya, sepanjang bulan suci Ramadan. Program itu, kata Budi, sebagai upaya pengamanan untuk kenyamanan umat yang menjalankan ibadah puasa.

Namun, disebutnya juga kalau program itu juga sebagai antisipasi balap liar dan petasan yang disinyalir marak saat bulan Ramadhan, serta upaya pembudayaan tertib lalu lintas.

"Personel yang kita kerahkan sebanyak 425 orang, tergabung dari Polresta Medan, Pemko Medan, Kodim, POM-AD, Marinir dan MUI,” jelas Kasat Lantas.

Dari kegiatan itu, kita mengeluarkan 518 set tilang yang 265 kita tahan kendaraannya karena tidak membawa surat-surat. Untuk pelanggaran lalu lintas paling banyak, tidak mengenakan helm, " ungkap mantan Kapolsek Medan Baru itu singkat.

Sementara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Muhammad Hatta yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu, menyebut kalau Asmara Subuh dapat mengurangi nilai-nilai ibadah puasa. Oleh karena itu, diakuinya kalau pihaknya sangat mengapresiasi program razia asmara subuh itu.

Disebutnya, masyarakat harus mendukung program tersebut, karena bertujuan mengamankan untuk memberi kenyamanan menjalankan ibadah puasa. Dikatakannya, asmara subuh yang dilakukan kebanyakan remaja saat bulan puasa, dapat mengurangi nilai-nilai ibadah puasa.  (ain/azw)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kabur Usai Curi Motor, Dua Remaja Akhirnya Dibekuk


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler