Metode Diet Ini Terkesan Menyiksa tapi Hasilnya Menggiurkan

Rabu, 09 Januari 2019 – 07:03 WIB
ILUSTRASI. Diet Intermiten. Foto: Laman MSN

jpnn.com - Puasa intermiten bisa dijadikan salah satu metode diet yang efektif. Meski terdengar sedikit asing dan juga menawarkan cara yang terkesan menyiksa, namun hasil yang ditawarkan sangat menggiurkan.

Berikut ini beberapa manfaat melakukan puasa intermiten.

BACA JUGA: Operasi Obesitas Bisa Menurunkan Bahaya Serangan Jantung

1. Autophagy

"Puasa intermiten membantu autophagy, fungsi pembersihan diri berbasis sel dan mendaur ulang molekul yang rusak,” kata spesialis penurun berat badan dan ahli jantung bersertifikat, Luiza Petre, MD, seperti dilansir laman MSN, Selasa (8/1).

BACA JUGA: Bahan Alami Ini Bisa Meningkatkan Dopamin di Otak Anda

Ketika Anda sedang berpuasa dan kadar insulin turun, autophagy meningkat secara signifikan. Autophagy bisa membantu menyingkirkan sel-sel yang lemah atau rusak, yang bisa membantu mencegah penyakit seperti Parkinson, demensia dan kanker.

2. Berat Badan

BACA JUGA: Apakah Anda Membutuhkan Handuk Khusus untuk Wajah?

Ketika tubuh Anda tidak memiliki sumber energi konstan dari makanan yang Anda makan, itu memungkinkan tubuh Anda untuk memanfaatkan simpanan lemak yang sudah ada yang membantu Anda menurunkan persentase lemak tubuh Anda secara keseluruhan.

Mempertahankan berat badan yang sehat bisa menurunkan risiko penyakit yang mengancam jiwa seperti diabetes tipe 2, jenis kanker tertentu termasuk payudara dan usus besar, penyakit jantung dan stroke.

3. Penurunan Lemak Perut

Puasa intermiten menurunkan tingkat insulin dan meningkatkan hormon pertumbuhan manusia, yang keduanya meningkatkan metabolisme Anda dan memungkinkan Anda untuk memasuki lemak yang disimpan dan bisa membantu mengurangi lemak perut yang membandel.

4. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Puasa intermiten menurunkan jumlah sel darah putih yang memicu regenerasi sel berbasis-sel sistem kekebalan baru, yang tidak hanya meningkatkan kekebalan Anda tetapi juga memainkan peran dalam umur panjang.

Sementara ini belum diuji pada manusia, sebuah penelitian pada tikus menunjukkan bahwa puasa intermiten meningkatkan masa hidup serta memperlambat perkembangan tumor.

Meskipun manusia dan tikus adalah spesies yang sangat berbeda, penelitian ini tetap perlu diperhatikan.

Karena puasa intermiten menawarkan begitu banyak manfaat lain dan memiliki kemungkinan untuk membantu Anda hidup lebih lama, melakukan puasa dengan cara tertentu sepertinya tidak perlu dipikirkan.

Jika Anda ingin memulai dengan IF, metode terbaik adalah yang bisa Anda pertahankan yang sesuai dengan gaya hidup Anda.

Mulailah dengan 12:12 dan lanjutkan dengan cara Anda hingga 16: 8 (berpuasa selama 16 jam, makan selama delapan jam).

Atau jika Anda tidak ingin berpuasa setiap hari, Anda bisa melakukan metode 5: 2, yang melibatkan makan hanya 500 kalori dua kali seminggu dan makan biasanya lima hari lainnya.(fny/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Diet ini Ampuh untuk Kikis Lemak Tubuh


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler