Michael Umbas: Jokowi tidak akan Mencampuri Dualisme Partai Demokrat

Rabu, 10 Maret 2021 – 01:37 WIB
Presiden Jokowi mengatakan investasi jadi kunci pendorong pertumbuhan ekonomi 2021. Foto: Ricardo/arsip JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas mengatakan Presiden Joko Widodo tidak akan mencampuri dualisme Partai Demokrat.

Pasalnya, Michael menegaskan bahwa Presiden Jokowi sangat menghargai kedaulatan partai politik yang diatur sesuai anggaran dasar / anggaran rumah tangga (AD/ART) masing-masing.

BACA JUGA: Upaya Ambil Alih Partai Demokrat Demi Memuluskan Jalan Jokowi 3 Periode?

"Presiden (Jokowi) tentu tidak akan campur tangan, dan sangat memahami bahwa ini adalah isu internal," Michael dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/3).

Umbas menilai bahwa sejak awal seakan-akan ada upaya menarik Presiden Jokowi terlibat dalam polemik di Partai Demokrat. Dia pun mengingatkan jangan sampai karena Moeldoko menjabat kepala staf kepresidenan (KSP), lalu Presiden Jokowi dianggap terlibat.

"Sejak awal ada upaya menarik Pak Jokowi masuk dalam kemelut di Partai Demokrat. Jangan hanya karena Moeldoko memegang jabatan kepala staf kepresidenan, lalu seolah-olah Pak Jokowi ikut terlibat," katanya.

Michael menuturkan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah bersurat kepada Presiden Jokowi awal Februari 2021.

Menurut Michael, isi surat itu mengenai adanya kabar keterlibatan Moeldoko dalam pengambilalihan kepemimpinan di Partai Demokrat. Namun, lanjut dia, surat itu tidak direspons Presiden Jokowi.

"Surat dari AHY saja tidak direspons Pak Jokowi. Bagi kami, Pak Jokowi sudah sangat proporsional. Tidak mungkin ada perintah atau apa pun bentuknya untuk meminta Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY," kata dia.

Menurut Michael, Jokowi tidak akan mengingkari diri sebagai sosok yang ingin demokrasi di Indonesia makin maju. Apalagi, Jokowi merupakan presiden dari seluruh rakyat Indonesia.

BACA JUGA: Banyak yang Mendesak Jokowi Pecat Moeldoko dari KSP, Ada Kepentingan Apa?

“Demokrasi kan sumbernya dari rakyat. Jadi, bukan tipikal Pak Jokowi ikut campur urusan internal partai politik. Sama sekali tidak," kata Michael.

Terlebih, ujarnya, Jokowi sangat menghormati figur Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Pak Jokowi sangat menghormati para pendahulu beliau, termasuk Pak SBY. Pak Jokowi paham bahwa Pak SBY adalah presiden keenam dan tokoh bangsa,” kata dia.

Michael mengatakan bahwa publik tentu masih ingat saat peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI beberapa tahun silam, tokoh-tokoh bangsa hadir di Istana Negara, Jakarta.

BACA JUGA: Bang Emrus Menyerukan kepada SBY, AHY dan Moeldoko Lakukan Ini

“Pertemuan di istana itu menunjukkan rasa hormat Pak Jokowi kepada Pak Habibie, Ibu Megawati, dan Pak SBY, sebagai pendahulu. Selain menjunjung tinggi demokrasi, Pak Jokowi pun menjaga tata krama. Sekali lagi, bukan tipikal Pak Jokowi merusak demokrasi," kata Michael.

Dia menilai sikap diam Prsiden Jokowi terkait kemelut di Partai Demokrat sudah sangat tepat.

"Pak Jokowi akan mengakhiri masa periode terakhir. Pak Jokowi tidak ada kepentingan khusus. Sikap diam Pak Jokowi tepat,” paparnya.

Sebelumnya, terjadi dualisme kepengurusan Partai Demokrat.

Sejumlah kader dan mantan kader Partai Demokrat menggelar kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, dan memilih Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. (antara/jpnn)

 

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... SBY: KLB tidak Sah dan Ilegal


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler