Mikhael Rajamuda: Kasihan Jokowi!

Kamis, 24 Juni 2021 – 22:25 WIB
Akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Mikhael Rajamuda Bataona (ANTARA/Bernadus Tokan)

jpnn.com, KUPANG - Pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Mikhael Rajamuda Bataona mengaitkan wacana jabatan presiden tiga periode dengan Orde Baru.

Dosen Komunikasi Politik dan Teori-teori Kritis pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) ini menyebut wacana tersebut meniru cara berpikir masa otoriter di mana kekuasaan dijabat seorang presiden selama 32 tahun.

BACA JUGA: Rahmad Prediksi Alasan Presiden Jokowi Ambil Kebijakan PPKM Mikro, Begini

"Saya membaca agenda tiga periode ini sudah meniru cara berpikir Orde Baru."

"Jokowi sepertinya akan dijadikan seperti Soeharto lewat kultus individu dan mistifikasi individu terhadap sosoknya sebagai pemimpin," ujar Rajamuda Bataona di Kupang, Kamis (24/6).

BACA JUGA: Jangan Gegara Nobar Perempat Final, Tak Menonton Final EURO 2020!

Dia mengemukakan pandangan itu berkaitan dengan maraknya wacana Jokowi tiga periode saat ini.

"Pertanyaannya, jika suatu saat yang terpilih itu bukan Jokowi tetapi tokoh lain yang menjadi antitesis dari Jokowi, apakah orang mau berlama-lama dengan seorang presiden jenis ini selama 15 tahun," ucapnya.

BACA JUGA: Alasan untuk Menggiring Wacana Jabatan Presiden 3 Periode ini Mengada-ada

"Jadi karena kekuasaan itu sangat menggoda untuk diselewengkan alias tends to corrupt maka pembatasan itu perlu dan wajib," katanya menambahkan.

Menurut dia, godaan pemimpin-pemimpin Jawa adalah merajakan dirinya lewat kultus individu ini.

"Jadi kalau Jokowi dikultuskan maka ini berbahaya. Sebab dia akan menghadapi perlawanan dari citranya sendiri yang dikultuskan yang sebenarnya dia sendiri sudah menolaknya," katanya.

Mikhael juga mengatakan, Soeharto pernah melakukan itu dan akibatnya negara hancur karena kultus individu terhadap Soeharto dan Orde Baru.

"Artinya, kasihan Jokowi. Jangan sampai citranya yang disebut baik dan merakyat oleh para pendukungnya ini sedang dimanfaatkan oleh elite yang punya agenda kekuasaan dan bisnis," katanya.

Mikhael lebih lanjut mengatakan, jangan sampai terjadi pembelokan wacana yang dilandasi politik kekuasaan dan dioperasikan oleh operator-operator kekuasaan yang sedang berusaha mengamankan kepentingan kekuasaan politiknya dan bisnis mereka setelah Pemilu 2024.

Mikhael membaca wacana presiden tiga periode sebagai teknik kekuasaan yang dioperasikan oleh operator-operator politik yang di backup oleh elite dan rezim bisnis politik tertentu di Jakarta.(Antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler