Militer Rusia Latihan Besar-Besaran Merespons Pernyataan Presiden Ukraina

Rabu, 27 Mei 2015 – 15:43 WIB

jpnn.com - MOSCOW - Rusia langsung melakukan latihan besar-besaran untuk merespon pernyataan Presiden Ukraina Petro Poroshenko yang mengatakan negaranya sudah masuk dalam peperangan dengan Rusia. Bahkan Rusia melibatkan 250 pesawat jet tempur dan 12.000 personel militer dalam latihan tersebut.

Sebagaimana dikemukakan Kementerian Pertahanan Rusia, latihan empat hari itu diselenggarakan untuk memeriksa kesiapan tempur. 

BACA JUGA: Uap Sauna Muncul di Kabin Bikin Penumpang Shenzhen Airlines Panik

Menurut laporan kantor berita Rusia Interfax dan Tass, latihan tersebut untuk pengujian regu terbang dan pasukan pertahanan udara di distrik militer pusat. Latihan itu melibatkan hampir 700 senjata dan perangkat berat militer.

Pesawat jarak jauh Rusia juga diplot untuk melaksanakan serangan rudal pada target latihan.

BACA JUGA: Ngeri! Panti Jompo Terbakar, 38 Kakek-Nenek Tewas

Ketika ditanyai mengenai sikap tegas Rusia dalam sebuah wawancara TV, Wakil Perdana Menteri Dmitry Rogozin bergurau bahwa,"tank-tank tidak memerlukan visa".

Politisi itu masuk dalam daftar pejabat Rusia yang dicekal Uni Eropa dan AS menyusul sanksi aneksasi Rusia di Krimea tahun lalu. Akibatnya, Rogozin tidak bisa bepergian ke daerah Uni Eropa dan AS.

BACA JUGA: Ini Tawaran Bonus dari ISIS untuk Pengantin Baru, Mau?

Latihan itu dimulai beberapa hari setelah Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengaku negaranya sudah masuk dalam peperangan dengan Rusia.

Menurut Petroshenko, militer Ukraina tidak lagi berperang dengan separatis yang didukung Rusia, namun berhadapan langsung dengan militer Rusia.

Tindakan Rusia di Ukraina dan invasi mereka ke wilayah udara Barat telah menyebabkan meningkatnya ketegangan Rusia dengan Barat.(voa/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aturan Baru, tak Mau Senyum Didenda Rp 20 Juta


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler