Minangkabau, Inspirasi yang Tak Pernah Kering

Minggu, 25 Oktober 2009 – 16:51 WIB
JAKARTA - Menteri Negara BUMN DR Ir Mustafa Abu Bakar, menyampaikan rasa syukurnya yang tak terhingga karena dia beristrikan seorang perempuan bernama Darliza, asal Kabupaten Solok, Sumatera Barat"Saya bersyukur karena dapat isteri dari Minang

BACA JUGA: Public Health Promotion untuk Korban Gempa Sumbar

Dia sangat cantik, energik dan penuh rasa tanggung jawab sehingga saya dengan tenang bisa meniti karir di pemerintahan," kata Mustafa Abubakar, dalam acara silaturrahim dan malam syukuran atas ditunjuknya 5 putra-putri asal Minang untuk duduk di Kabinet Indonesia Besatu (KIB) jilid II, diselenggarakan di kediaman dinas Ketua DPD RI Irman Gusman, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10).

Selain bersyukur mendapatkan istri orang Minang, laki-laki kelahiran Pidie, Nanggroe Aceh Darrusalam (NAD) itu juga mengaku sangat senang atas sikap dan perlakuan masyarakat Minang terhadap dirinya sebagai Rang Sumando dan keluarga besar masyarakat Minang
Bahkan dia menyebut Minangkabau sebagai sebuah sumur inspirasi yang tidak pernah kering.

"Alhamdulillah, saya sungguh sangat beruntung jadi Rang Sumando dan keluarga besar masyarakat Minang

BACA JUGA: Etnis Minang Penuhi Kabinet SBY

Dapat istri cantik dan saat ini telah dikaruniai tiga anak serta diperlakukan sangat baik oleh masyarakat Minang
Inilah yang mendorong saya untuk berkarir lebih baik dari waktu ke waktu," kata Mustafa Abu Bakar, dihadapan istrinya dan sejumlah menteri asal Minang serta tokoh masyarakat Minang di Jakarta.

Mustafa menceritakan, di saat dirinya menjadi Irjen di Departemen Kelautan dan Perikanan merangkap Ketua Asosiasi Irjen seluruh Indonesia, Kabupaten Solok saat itu dipimpin oleh Gamawan Fauzi dia jadikan sebagai salah daerah percontohan untuk penyelenggaraan pemberintahan yang bersih dan efektif serta pemberantasan korupsi

BACA JUGA: Senin, MK Sidang Judicial Review UU KPK

"Selama saya berada di Solok, banyak hal-hal baru yang saya temukan untuk penyelenggaraan pemerintahan yang baik itu"Pengalaman itulah yang akhirnya saya jadikan pegangan untuk memimpin Nanggroe Aceh Darrusalam selama 2 tahun," tegasnya.

Hubungan saya dengan masyarakat Minang tidak hanya sebatas hubungan antara saya sebagai pejabat di Jakarta dengan masyarakat Minang"Selama menjadi Penjabat Gubernur NAD, mamak rumah saya, yang kebetulan saat ini jadi Mendagri yaitu Bapak Gamawan Fauzi selalu memberikan semangat untuk memimpin AcehYang saya rasakan, saya benar-benar diperlakukan sebagai menantu Rang Minang"

Demikian juga halnya dengan Fahmi Idris dan Hasyim DjalalDisaat diberikan tugas untuk mengurus Badan Urusan Logistik (Bulog), Fahmi Idris sangat banyak membimbing saya sehingga saya tidak terpelesetSedangkan Hasyim Djalal, sangat berjasa besar terhadap proses penyelesaikan studi Doktoral di IPB Bogor"Atas bimbingan Pak Hasyim Djalal, saya bisa menyelesaikan program Doktor dalam waktu 1 tahun 9 bulan."

Jadi bagaimana mungkin saya melupakan jasa-jasa orang Minang terhadap saya dan keluargaPerbuatan baik orang Minang terhadap saya sudah dari seluruh sisi, mulai dari kehidupan pribadi, isteri saya orang Minang, berkarir di pemerintahan ada dua nama besar yakni Gamawan Fauzi dan Fahmi Idris yang membimbing, lalu dari sisi pendidikan ada Hasyim DjalalLengkap sudah warna Minangkabau didalam diri saya, imbuhnya.

"Kini saya diserahi tugaskan oleh presiden untuk mengurus 140 BUMNSekarang saya ungkap, ketika presiden memanggil ke Cikeas, saya secara halus menolak tugas tersebut mengingat kompetensi dan kapasitas yang saya miliki belum cukup memadaiTapi apa yang terjad? Presiden meminta saya untuk bekerja saja lebih duluNanti kita sama-sama dan Menneg BUMN tidak akan dibiarkan jalan sendirian," kata Mustafa Abubakar, mengutip sebagian dari dialognya dengan Presiden SBY.

Dalam konteks kerja bersama-sama ini, lanjutnya, saya masih sangat berharap kiranya para tokoh dan masyarakat Minang tetap konsisten membantu saya sebagaimana yang telah berlangsung selama iniSebagai pegangan kita bersama, setidaknya saya akan melakukan proses rasionalisasi terhadap 1.400 direksi dan komisaris yang saat ini di 140 BUMN"Jelas ini langkah yang tidak populerTapi saya yakin, masyarakat Minang baik di Sumbar maupun di rantau akan membantu tugas-tugas yang tidak populer ini," harap Mustafa Abu Bakar(fas/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rame-Rame Susun Program 100 Hari


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler