Minta Pendukung Tak Terpancing Kasus Boyolali, Ganjar: Hukum Harus Ditegakkan!

Senin, 01 Januari 2024 – 21:20 WIB
Capres Pilpres 2024 Ganjar Pranowo bersama istrinya, Siti Atikoh, menjenguk Slamet Andono di RSUD Pandan Arang Boyolali pada Minggu (31/12/2023) malam. Slamet merupakan salah satu pendukung Ganjar yang dianiaya personel Kompi Senapan B Yonif Raider 408/Suhbrastha pada Sabtu (30/12/2023). Foto: Tim Media Ganjar Pranowo

jpnn.com, SEMARANG - Calon presiden (capres) nomor urut 2, Ganjar Pranowo meminta seluruh pendukungnya tidak terpancing kasus penganiayaan sukarelawan oleh oknum TNI di Boyolali.

"Saya meminta seluruh relawan dan simpatisan redam. Tidak boleh ada aksi balas membalas," kata Ganjar di hadapan simpatisan dan surelawan se-Semarang Raya di Hotel Santika Semarang, Senin (1/1/2024).

BACA JUGA: TPN Ganjar-Mahfud Kawal Hingga Tuntas Kasus Penganiayaan Terhadap Sukarelawan

Namun demikian, dia meminta semua pihak mengawal proses hukum kasus itu sampai tuntas.

"Kita kawal perkembangan kasusnya sampai vonis diberikan pada oknum-oknum itu," lanjut Ganjar.

BACA JUGA: Projo Ganjar Sesalkan Tindakan Kekerasan terhadap Sukarelawan Ganjar-Mahfud

Ganjar menegaskan, kejadian di Boyolali itu harus menjadi yang terakhir. Tidak boleh lagi ada aparatur negara yang bertindak sewenang-wenang kepada masyarakat.

"Aparatur (negara) harus menghormati masyarakat. Kalau tidak punya kewenangan, laporkan pada yang berwenang. Jangan mengadili sendiri, karena kami juga tidak mau melakukan itu," ucapnya.

BACA JUGA: Ahmad Basarah: Penganiayaan kepada Sukarelawan Ganjar-Mahfud Pelanggaran HAM

Ganjar mengatakan, dia terus memantau perkembangan kesehatan para korban. Dia juga memantau proses penegakan hukum terhadap para oknum anggota TNI.

"Infonya seluruh oknum TNI yang terlibat sudah diproses. Saya komunikasi terus dengan Pangdam IV/Diponegoro terkait perkembangan kasusnya," katanya.

Ganjar juga meminta para pendukungnya untuk tertib hukum dan menaati aturan. Jika sudah sesuai aturan, tetapi tetap ada yang mengganggu, dia menegaskan akan melawan.

"Kalau kita sudah sesuai aturan tapi masih diganggu, tabrak," tegasnya.

Diketahui, sejumlah sukarelawan Ganjar-Mahfud menjadi korban tindakan kekerasan oleh sekelompok oknum TNI di Boyolali.

Lima orang menjadi korban atas kasus itu, dua orang mengalami luka serius dan sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit. (jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler