Minum Oralit Bisa Bikin Kenyang Seharian Saat Berpuasa?

Kamis, 07 April 2022 – 02:36 WIB
Menjalankan ibadah puasa. Ilustrasi Sultan Amanda/jpnn.com

jpnn.com - Minum oralit saat berpuasa diyakini membantu mempertahankan rasa kenyang dan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Lantas, benarkah oralit dapat membuat seseorang lebih kuat menjalankan puasa?

BACA JUGA: Hindari 4 Jenis Makanan Ini Saat Sahur, Bisa Bikin Cepat Lapar

Oralit disebut juga dengan terapi rehidrasi oral dan oral rehydration salts (ORS).

Oralit memiliki dua zat penting, yaitu elektrolit (garam) dan karbohidrat (dalam bentuk gula).

BACA JUGA: Masih Belum Move On? Ini Doa Supaya Bisa Lupakan Mantan

Karena kedua kandungan tersebut, oralit biasa digunakan untuk menggantikan garam dan mineral yang hilang dari tubuh atau ketika mengalami dehidrasi akibat gastroenteritis, diare, atau muntah.

Takaran garam dan gula dalam oralit telah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh untuk mengatasi dehidrasi.

BACA JUGA: Beragam Manfaat Tidur Siang Singkat Saat Puasa, Jangan Dilawan!

Produk oralit tersedia dalam bentuk sachet (bubuk), tablet, ataupun dalam bentuk minuman. Oralit juga dijual bebas di apotek dan tersedia dalam berbagai rasa.

Lalu benarkah oralit membuat tubuh kenyang lebih lama saat puasa?

Karena kedua kandungan tersebut, oralit biasa digunakan untuk menggantikan garam dan mineral yang hilang dari tubuh atau ketika mengalami dehidrasi akibat oleh gastroenteritis, diare, atau muntah.

Takaran garam dan gula dalam oralit telah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh untuk mengatasi dehidrasi. 

Produk oralit tersedia dalam bentuk sachet (bubuk), tablet, ataupun dalam bentuk minuman. Oralit juga dijual bebas di apotek dan tersedia dalam berbagai rasa.

Dijelaskan oleh dr. Theresia Rina Yunita, kandungan zat di dalam oralit memang dapat membantu tubuh kenyang dan terhidrasi lebih lama saat puasa. 

“Namun, kembali lagi pada kondisi masing-masing orang. Ada yang waktu pengosongan lambungnya cepat, ada pula yang lebih lama sehingga hasil yang didapat saat mengonsumsi oralit pada waktu sahur akan berbeda-beda,” ucap dr. Theresia.

Melansir dari BioSpace, minum cairan oralit telah lama digunakan umat muslim yang berpuasa, khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah dengan udara atau cuaca panas. 

Menjalani ibadah puasa di wilayah panas dan kering berisiko tinggi menyebabkan dehidrasi.

Oleh karena itu, mereka membutuhkan cairan tambahan yang dapat mencegah dehidrasi seperti oralit.  

Pasalnya ketika tingkat hidrasi optimal tidak bisa dipertahankan, konsumsi air saja tidak akan cukup menggantikan cairan tubuh yang hilang selama puasa.

Tingkat hidrasi optimal umumnya melibatkan keseimbangan elektrolit dan garam.

Oleh karena itu, untuk mengembalikan hidrasi tubuh selama puasa, Anda memerlukan air yang mengandung glukosa, natrium, dan elektrolit.

Kandungan tersebut tersedia di dalam minuman oralit.

Apakah aman minum oralit setiap hari?

Menurut dr. Theresia, mengonsumsi oralit dalam jumlah tidak berlebihan, misalnya 1-2 saset saat sahur atau sesuai dosis di kemasan, masih aman bagi kesehatan.

Namun, jika dikonsumsi berlebihan padahal tubuh tidak kekurangan elektrolit atau tidak mengalami dehidrasi selama puasa, hal itu justru berbahaya.

Minum oralit berlebihan dapat menyebabkan kadar elektrolit dalam tubuh lebih tinggi dari ambang normal. 

Kelebihan elektrolit dapat memicu efek samping mual dan muntah ringan.

Efek samping ini sebenarnya dapat diatasi dengan mengurangi takaran oralit yang Anda minum.

Akan tetapi, bila efek ini berlangsung lama atau memburuk, sebaiknya segera hubungi dokter.

Anda juga perlu memberi tahu jika memiliki efek samping serius, termasuk pusing, badan lemas, pembengkakan di pergelangan kaki atau tangan, perubahan suasana hati (lekas marah, gelisah), atau kejang.(klikdokter)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler