Miris! Katanya Mau Sahur tapi Bawa Sajam, Tespek, dan Kondom

Senin, 27 Juni 2016 – 06:04 WIB
Walikota Bogor Bima Arya menghukum puluhan anggota geng motor yang terjaring razia, dini hari kemarin di balaikota Bogor. Foto: Kelik/Radar Bogor/JPNN.com

jpnn.com - BOGOR - Geng motor di Kota Bogor kembali membuat berulah. Seolah menantang petugas, ratusan pemuda berkeliaran di Jalan Sholeh Iskandar, Bogor, kemarin.

Ulah mereka membuat membuat sejumlah pengendara lain yang melintas ketakutan. Pasalnya, kawanan itu ada yang membawa senjata tajam.

BACA JUGA: Panas! Buntut Tragedi Jumat Malam, 15 Polisi Ditangkap

Mendapat informasi, sekitar pukul 01:00 tim gabungan dari kepolisian, TNI dan Satpol PP mendatangi lokasi.

Melihat ada petugas, mereka sempat berusaha melarikan diri. Namun, dengan cepat langsung tangkap petugas. 

BACA JUGA: Kartu ATM Nyangkut, Dibantuin, Eh… Saldo Jadi Nol Rupiah

Kapolres Bogor Kota, AKBP Andi Herindra mengungkapkan, para pelaku beralasan akan melaksanakan saur on the road (SOTR).

Namun, setelah digeledah petugas menemukan berbagai jenis senjata tajam. Bahkan, dari sejumlah perempuan ada tespek (test pack/alat penguji kehamilan) hingga kondom.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Polisi Korban Kebrutalan The Jak Membaik

Menurut dia, razia gabungan betujuan untuk meminimalisasi tawuran dan aksi kejahatan lainnya dengan dalih SOTR. Saat dirazia, petugas tak melihat makanan untuk dibagikan atau dimakan saat SOTR.

"Kami akan identifikasi. Sedangkan, yang membawa senjata tajam akan dikenakan undang-undang darurat, " tambahnya.

Selanjutnya, para anggota geng motor tersebut dibawa ke mako Polres Bogor Kota untuk didata. “Paling banyak terjaring di Jalan Sholis, di wilayah lain juga ada tapi lebih sedikit,” kata dia.

Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Polres Bogor Kota, Kompol Sahroni menjelaskan, orang tua yang menjadi anggota geng motor pun harus mengisi formulir, fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP), hingga Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat menebus anak. 

Meski kali ini ditoleransi atas dasar kemanusiaan, Sahroni mengatakan, jika kedepan ditemukan kembali maka tidak akan diberikan kesempatan yang sama.

Ia berharap, kasus kali ini menjadi pelajaran bagi semua lapisan masyarakat, tidak menitikberatkan kepada siapapun, tapi harus menjadi kerjasama semua stakeholder untuk mengawasi semua anak-anak remaja, khususnya pelajar. 

“Sesuai apa yang dikatakan Kapolres, kami akan membentuk Satuan tugas (Satgas) Anti-tawuran yang akan dideklarasikan sebagai salah satu upaya meminimalisir terjadinya tawuran bersama dengan unsur TNI dan Pemerintah Kota Bogor,” pungkasnya.

Sekda Kota Bogor, Ade Syarif menyampaikan, jumlah pelajar yang terjaring dini hari tersebut berjumlah 155 anak dari Kota juga Kabupaten Bogor.

“Ini sudah sangat mencoreng nama baik Kota Bogor, menyedihkan,” cetusnya dihadapan para pelajar. Ia mengatakan, bahwa kegiatan ini sangat jauh dari mimpi Kota Bogor yang ingin menjadi Kota nyaman dan tentram.

“Mulai saat ini, Pemkot bersama Dinas Pendidikan Kota Bogor sepakat mengintruksikan bahwa pembinaan sudah harus terus fokus kepada anak-anak yang sudah terlihat melakukan penyimpangan perilaku,” tegas Ade.

Ade pun menyebutkan, dari 155 pelajar ada 21 pelajar wanita, sekolah yang terlibat kebanyakan sekolah swasta dan itupun ada yang dari Kabupaten Bogor. Ada pula, kata dia, salah satu siswa Sekolah Negeri Kota Bogor yang terlibat. (ran/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bandar Narkoba Ramai-ramai Hindari Dihukum Mati


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler