Misteri Nasi Hajatan yang Berujung Kejang-kejang

Jumat, 15 April 2016 – 11:05 WIB
Ilustrasi. pixabay.com

jpnn.com - JEMBER – Sebanyak 14 orang harus dilarikan ke Puskesmas Mumbulsari. Mereka diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan saat meng- hadiri hajatan di rumah salah seorang tetangga mereka di Dusun Gambiran, Desa/Kecamatan Mumbulsari, Jember, Rabu malam (13/4). Lima orang akhirnya diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan. Sembilan orang lainnya harus menjalani rawat inap di puskesmas setempat. 

Berdasar informasi yang didapat Jawa Pos Radar Jember, 14 orang tersebut merupakan warga Dusun Gambiran, Desa/Kecamatan Mumbulsari. Yakni, Ernawati, 38; Suwarni, 24; Satori, 21; M. Ridho, 6; Shohib, 17; M. Saihul, 12; Yuyun, 21; Nawa, 11; April, 12; Andri, 17; Indriani, 25; Holis, 17; Sumiati, 21; dan Zaenal, 75. 

BACA JUGA: HOREEE...6.824 PNS Terima Tiga Kali Gaji Sekaligus

Saat itu mereka menghadiri hajatan di rumah Sutawan alias Pak Shohib, 50, warga dusun setempat. Hajatannya adalah haul salah seorang keluarga yang meninggal. Ada sekitar 45 orang yang diundang dalam hajatan tersebut. 

Setelah acara baca doa berakhir, seluruh undangan mendapat suguhan nasi rawon. Setelah makan, kondisi para undangan masih baik-baik saja. Sebelum pulang, semua warga mendapatkan berkat berupa kue serta nasi plus daging dan ayam. 

BACA JUGA: Tak Jauh dari Kantor Wali Kota, Tangis Ibu-ibu Meledak

Sesampai di rumah, berkat itu disantap keluarga masing-masing. 

Sekitar pukul 23.00, sejumlah orang yang telah menyantap nasi berkat tersebut tiba-tiba merasa mual. Mereka juga mengalami pusing, muntah-muntah, dan diare. Akhirnya, malam itu empat korban langsung dibawa ke Puskemas Mumbulsari. Yakni, Ernawati, Suwarni, Satori, dan M. Ridho. Mereka ditangani secara medis dan menjalani rawat inap. 

BACA JUGA: Tangis Haru untuk Dokter dan Bidan yang Tewas Diterjang Kereta

Karena mereka dicurigai menjadi korban keracunan makanan, kasus tersebut lalu dilaporkan kepada polisi. Begitu menerima laporan, polisi langsung me- nyelidiki. Tidak lama kemudian, petugas mendapati sepuluh orang yang mengalami gejala serupa. 

Selanjutnya, petugas membawa sepuluh orang itu ke puskesmas. ’’Awalnya, sepuluh orang tersebut tidak mau dirawat di puskesmas. Karena kondisi kian mengkhawatirkan, mereka kami bawa ke Puskesmas Mumbulsari,’’ tutur seorang polisi kemarin (14/4). 

Seorang korban, Zaenal, hingga kemarin terlihat lemas. Bahkan, pihak keluarga khawatir dengan kondisi Zaenal yang mengalami kejang-kejang. ’’Pokoknya, setelah makan berkatan, bapak langsung muntah-muntah dan mencret. Saya khawatir kok sekarang bapak juga kejang-kejang,’’ kata seorang anak Zaenal. 

Dia mencurigai penyebab keracunan adalah ayam yang terdapat pada nasi berkat. ’’Soalnya, kata bapak, daging ayamnya sudah agak basi. Untung, saya malam itu tidak ikut makan,’’ ucapnya. 

Sementara itu, petugas Puskes- mas Mumbulsari yang menangani korban belum bisa memastikan apakah seluruh korban mengalami keracunan makanan. Namun, gejala yang dialami semua korban sama, yaitu pusing, mual, muntah, dan diare. 

’’Kami sulit memastikan mereka menjadi korban keracunan makanan. Sebab, sampel makanan sudah tidak ada,’’ ucap Puji Purwati, salah seorang perawat puskesmas. 

Kapolsek Mumbulsari AKP Hery Supadmo membenarkan adanya kejadian korban keracunan tersebut. Saat ini pihaknya menyelidiki dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk para korban. “Sementara ini kami mengutamakan para korban untuk mendapatkan perawatan medis. Yang jelas, kami masih menyelidiki kasus itu,” kata- nya. Hingga tadi malam, sembilan korban dirawat di Puskesmas Mum- bulsari. (jum/har/c5/dwi) 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... 2 Kg Sabu-sabu Malaysia Masuk Kalbar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler