MKD DPR Jangan Lemah, Segera Tentukan Nasib Setya Novanto dan Fadli Zon!

Sabtu, 26 September 2015 – 14:33 WIB
Setya Novanto. Foto: Dok. JPNN.com.

jpnn.com - JAKARTA - Pengamat politik Adilsyah Lubis meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR segera menentukan nasib Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon terkait dugaan pelanggaran kode etik yang mereka lakukan karena menghadiri kampanye bakal calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Pemanggilan para saksi untuk diperiksa MKD menurut Adilsyah tidak diperlukan, dan terkesan hanya mengulur-ulur waktu.

BACA JUGA: Harus Ditelisik, Mengapa Jamaah Diarahkan ke Jalan 204?

"Kasus ini jangan seperti hilang ditelan bumi. Hebohnya sebentar, setelah itu hilang begitu saja, tidak ada keputusan apa-apa," kata Adilsyah Lubis, kepada wartawan di Jakarta Sabtu (26/9).

Adilsyah berharap ada keputusan berupa sanksi tegas MKD kepada politikus Partai Gokar dan Gerindra ini. 
Sanksi itu tidak berupa peringatan tetapi bisa pencopotan keduanya sebagai pimpinan DPR RI. Kehadiran keduanya di acara kampanye Donald Trump tidak dapat dibenarkan dan lebih berat lagi karena ada ucapan Setya Novanto pada saat itu yang menyatakan orang Indonesia sangat menyukai Donald Trump.

BACA JUGA: Banjir Curhat Dari Jemaah Haji, Ini Reaksi Menteri Agama

"Jawaban Setya Novanto kepada Donald Trump saat itu merendahkan harkat dan martabat bangsa Indonesia dimata internasional," tegas dosen di Universitas Trisakti Jakarta ini.

Ucapan Setya Novanto itu tambah Adilsyah sama saja seperti menjual harga diri bangsa Indonesia, dan ini bentuk penghinaan. "Jangan lupa, pimpinan DPR merupakan jabatan strategis di satu negara," ucapnya.

BACA JUGA: Mantan Warga Binaan Beberkan Busuknya Hukum Indonesia

Karena itu Adilsyah mendorong MKD DPR secepatnya mengeluarkan keputusan karena sudah begitu jelas Setya Novanto dan Fadli Zon melakukan pelanggaran kode etik.

"Buktinya sudah cukup dan jelas ada seperti ditayangkan banyak televisi. MKD Tidak perlu lagi mengumpulkan bukti-bukti lainnya dengan memanggil saksi-saksi untuk diperiksa, itu hanya mengulur waktu," kata Adilsyah.

Pada saat konferensi pers disela-sela kampanyenya, Donald Trump bertanya sambil memegang bahu Setya Novanto, apakah orang Indonesia menyukai dirinya. Setya Novanto dengan sigap menjawab pendek, "ya, sangat".

Adilsyah berpendapat, jawaban Ketua DPR itu merupakan penghinaan pada masyarakat dan bangsa Indonesia. Sebagai masyarakat Indonesia kata dia, dirinya merasa terhina atas jawaban Setya Novanto itu. "Memang dia siapa? Memang benar orang Indonesia menyukai Donald Trump?" tanya Adilsyah. (fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nasdem Terserat Kasus Korupsi Bansos di Sumut? Ini Penjelasan Anak Buah Surya Paloh


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler