MKD Usut Setnov, yang Usut Luhut dan Sudirman Siapa?

Sabtu, 28 November 2015 – 12:13 WIB
Ketua DPR Setya Novanto. Foto: Dok.JPNN.com.

jpnn.com - JAKARTA - Eks Menteri Keuangan Fuad Bawazier menilai skandal "Papa Minta Saham" tak cukup hanya ditangani oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR saja. Pasalnya, MKD terbatas hanya bisa mengusut peran dari Ketua DPR Setya Novanto saja.

“Kalau MKD mengusut Setya Novanto, lalu yang mengusut pak Luhut, Sudirman Said itu siapa?," kata Fuad di Jakarta, Sabtu (28/11).

BACA JUGA: BNN Harus Sosialisasikan 541 Narkoba Jenis Baru

Menurutnya, peran Menkopolhukam Luhut Panjaitan yang namanya disebut-sebut dalam rekaman yang diduga sebagai pembicaraan Novanto dengan petinggi PT Freeport Indonesa juga harus didalami. Begitu juga dengan Menteri ESDM Sudirman Said sebagai orang yang melaporkan Novanto dan menyerahkan rekaman ke MKD.

Pria yang kini bergabung dengan Partai Gerindra ini meniliai sebaiknya skandal "Papa Minta Saham" diserahkan ke penegak hukum. Sehingga dapat diungkap secara tuntas dan menyeluruh.   

BACA JUGA: Aneh, Kejagung Malah Harapkan Yayasan Supersemar Proaktif

"Nama pak Luhut disebut berkali-kali (dalam rekaman yang beredar) kok tidak marah. Sebaiknya masalah ini dibawa ke ranah hukum,” usulnya 

Kemarin, Fuad bersama sejumlah tokoh Gerakan Selamatkan NKRI telah mendatangi MKD untuk menyatakan sikap terkait persidangan kode etik Ketua DPR Setya Novanto. Selain Fuad, hadir juga mantan Anggota DPR Lily Wahid, Direktur IEPSH, Hatta Taliwang, Ditektur EWI Ferdinand Hutahean, Pengamat energy Sofyano Zakaria dan Pengacara Eggi Sudjana.

BACA JUGA: Hati-hati! Jangan Sampai Ada Pejabat Dipenjara Gara-gara Heli Augusta

Di sisi lain, Fuad pribadi mengaku tak yakin Ketua DPR Setya Novanto berani meminta saham kepada PT Freeport seperti yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke MKD. Sebab, otoritas Amerika Serikat sangat keras terhadap segala upaya penyogokan dan semacamnya yang dilakukan perusahaan di negaranya.

“Amerika Serikat keras tentang sogok-menyogok. Maka saya yakin tidak akan berani. Berbeda halnya kalau (negosiasi) dengan pemerintah semisal 50:50 itu tidak apa-apa,” jelas Fuad. (fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gaduh Terus, Publik Minta Jokowi Fokus Kerja


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler