MNLF Desak Filipina Terima Bantuan Pasukan Elite Indonesia

Selasa, 05 April 2016 – 09:27 WIB
Armed Forces of the Philippines (AFP). Foto: Philippine Army file photo/philstar

jpnn.com - PEMERINTAH Filipina hingga saat ini dikabarkan belum mau membuka pintu bantuan operasi militer dari dua negara tetangganya, untuk membebaskan sandera yang diduga ditahan Abu Sayyaf.

Nasib sepuluh warga negara Indonesia dan empat warga negara Malaysia menjadi taruhan.

BACA JUGA: 10 WNI dan 4 Malaysia yang Disandera Senasib di Satu Tempat...

Nah, menyikapi ini, salah seorang pemimpin senior Moro Nation Liberation Front (MNLF-Front Pembebasan Nasional Moro) yang tak mau namanya dipublikasikan, menyarankan militer Filipina mau menerima bantuan pasukan elite dari Indonesia dan Malaysia.

Menurutnya, Indonesia dan Malaysia sudah bukan 'orang lain' buat Filipina. Dua negara tetangga muslim disebutnya memiliki peran sangat penting dalam proses perdamaian Mindanao dan MNLF, serta Moro Islamic Liberation Front (MILF-Front Pembebasan Islam Moro).

BACA JUGA: Tentara Filipina, AS, dan Australia Bikin Tiongkok Panas

"Ini adalah saat terbaik buat AFP (Armed Forces of the Philippines-militer Filipina) memerangi Abu Sayyaf," katanya, seperti dikutip dari Manila Bulletin.

Senior MNLF ini mengatakan, Indonesia dan Malaysia sangat pantas membantu, sebab dua negara ini punya peran saat terlaksananya perjanjian damai besar pemerintah Filipina dengan MNLF dan MILF pada tahun 1996 dan 2014, itu juga mengacu pada Final Peace Agreement (FPA) dan Comprehensive Agreement on the Bangsamoro (CAB).

BACA JUGA: PANAMA PAPERS: Ungkap Modus Menipu Bank, Sembunyikan Aset

"MNLF juga akan melakukan yang terbaik untuk membantu penyelamatan sepuluh Indonesia yang ditawan," tandasnya.

"Kami berutang kepada Indonesia dan Malaysia. Kini ada hal yang memalukan (penyanderaan) buat MNLF, Moro, pemerintah Filipina dan Filipina pada umumnya, saatnya menunjukkan terima kasih," tuturnya. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PANAMA PAPERS: Nama-nama Besar di Sepak Bola Juga Terlibat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler