Mobil Camat Jangkat Timur Terseret Banjir, 3 Orang Tewas

Sabtu, 15 Desember 2018 – 16:12 WIB
Mayat. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAMBI - Mobil dinas Camat Jangkat Timur Mitsubishi Triton hanyut terseret arus saat menerobos banjir di Jalan AMD RT 10, RW 01 Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muarabulian, Rabu (12/12).

Akibatnya, 3 orang penumpang ditemukan tewas di dalam mobil, sedangkan 2 lainnya masih kritis dan saat ini dirawat intensif di RS HAMBA Muara Bulian.

BACA JUGA: Tabrak Mahasiswa hingga Tewas, Sopir Truk Melarikan Diri

Tiga penumpang tewas itu diketahui bernama Anisa (12), Hani (11) dan Afnan (11), sementara dua korban kritis yakni Sodri (56) yang merupakan Camat Jangkat Timur, kemudian Rohadi (15). Mereka adalah warga Muara Madras, Kecamatan Jangkat, Merangin.

Kasat Lantas Polres Batanghari AKP Nafrizal yang dikonfirmasi koran ini, kemarin, mengatakan, mobil naas itu dikendarai oleh Rohadi (15) yang masih berstatus sebagai pelajar.

BACA JUGA: Kampung Laut, Kampung Para Pelaut di Jambi

Sebelum kejadian, mobil itu melaju dari arah Jambi via Tempino hendak menuju ke Merangin. Sesampainya di Jalan AMD Rt. 10 Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Muara Bulian sekitar pukul 15.00 Wib, jalan pada saat itu tergenang air, dan sudah diperingatkan oleh saksi agar tidak melintas di jalan tersebut namun pengemudi tidak menghiraukan.

‘’Sebenarnya sudah diperingatkan oleh anak-anak yang bermain di sekitar TKP, tapi pengendara tidak menghiraukan,’’ jelasnya.

BACA JUGA: Hakim Vonis Titi Sumarni 10 Tahun Penjara

Karena nekad melintas, mobil diduga masuk ke dalam lubang, kemudian terbalik dan terseret arus deras anak Sungai Batanghari dengan kedalaman sekitar 2 meter.

‘‘Mobil tersebut terseret arus air dan tenggelam, akibat dari kejadin tersebut pengemudi Rohadi dan Sadri tidak sadarkan diri, sementara 3 penumpang lainnya meninggal dunia di TKP,’‘ jelas Nafrizal.

Rohadi dan Sodri yang masih dalam keadaan kritis lalu dilarikan ke RSUD HAMBA Muarabulian untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

‘’Korban Camat Jangkat Timur dalam keadaan rawat insentif dan satu diduga anaknya, yang tiga korban lagi meninggal dunia,’‘ ungkap salah satu petugas di ruang gawat darurat RSUD HAMBA yang ditemui koran ini.

Terpisah, Ade salah satu petugas BPBD Kabupaten Batanghari mengatakan menurut informasi mobil tersebut memaksa menerobos jalan yang tergenang banjir hingga 2 meter lebih.

Kemudian sebelum terseret arus sungai batanghari, kabarnya kendaraan menghantam lobang yang tertutup genangan air terlebih dahulu. Hingga membuat kendaraan tersebut langsung terbalik dan terbawa arus.

‘‘Mobil belum bisa dievakuasi, karena kondisi sangat sulit, dengan kedalaman lebih dari dua meter,’‘ ungkap petugas BPBD lainnya.

Sementara itu, pantauan koran ini di RSUD HAMBA, korban dibawa ke RS oleh pihak BPBD dibantu oleh masyarakat setempat. Keluarga korban pun terlihat berdatangan ke RSUD Hamba Muara Bulian. Sedangkan untuk tiga korban tewas langsung dibawa ke kampung halaman mereka.

Evakuasi Mobil Terkendala

Sekretaris BPBD Kabupaten Batanghari Samral Lubis, saat dikonfirmasi tadi malam (12/12) terkait evakuasi mobil tersebut, mengatakan, pihaknya tetap akan melakukan evakuasi, namun masih banyak kendala di lapangan sehingga menyulitkan petugas.

"Kita tidak punya alat seperti mobil crane, untuk itu kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengangkat mobil tersebut, kemungkinan besok pagi (hari ini, red)," ungkap Samral.

Terlebih lagi sambung Samral kondisi tinggi muka air di TKP sangat dalam sehingga dibutuhkan mobil penarik yang besar.

"Di TKP tinggi muka air tinggi sekitar dua meter lebih, jadi kita sangat kesulitan untuk evakuasi," sebutnya.

Sementara itu Kasat Lantas Nafrizal mengatakan bahwa pihaknya terus berjaga di TKP, untuk mengamankan mobil tersebut. "Anggota kita stand by di TKP, untuk evakuasi kemungkinan besar tidak bisa dilanjutkan malam ini, untuk mobil kita sudah berkoordinasi dengan pihak swasta untuk mengangkat mobil tersebut besok pagi," pungkas Nafrizal. (aba)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Honorer K2 Jambi Dipastikan Tak Perlu Pakai SKB


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler