Mobil Tawon Siap Diproduksi Massal

Sabtu, 07 Agustus 2010 – 09:40 WIB
Salah satu contoh Mobil Tawon.

JAKARTA - Pemerintah menjawab tantangan pasar teknologi otomotif masa depan yang ramah lingkunganWalaupun belum cukup maksimal,  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah  mengembangkan mesin untuk mobil nasional Tawon.

Saat ini pengembangan sudah memasuki tahap akhir dan siap untuk memasuki produksi massal.  Mobnas Tawon ini mulai dari rancang bangunnya, desain, prototipe sampai tahap produksi sepenuhnya dibuat dari bahan yang berada di dalam negeri

BACA JUGA: Gadget Buatan Apple Rawan Pembobolan



"Mesin tersebut sudah mulai diproduksi dan telah menghasilkan sekitar 15 mesin, dan hasil mesinnya bagus, karena kualitasnya sama dengan mesin yang diuji di laboratorium," kata Perekayasa Utama BPPT, Dr
I Nyoman Jujur usai mengkuti siaran iptek voice di Kementerian Riset dan Teknologi, Jakarta, Jumat  (6/8).

 Nyoman menjelaskan, konsep mobil nasional Tawon tersebut sebetulnya sudah dimulai tiga tahun belakangan ini

BACA JUGA: Pemerintah Belum Akan Blokir BlackBerry

BPPT lebih fokus mengembangkan mesin
Sedangkan risetnya sendiri telah dilakukan dan hampir memakan waktu 9  tahun melalui kegiatan riset unggulan strategis nasional (Rusnas). 

Mesin Tawon tersebut lebih irit jika dibandingkan dengan mesin-mesin mobil lain

BACA JUGA: Komisi Uni Eropa Larang BlackBerry

Selain menggunakan bahan bakar gas (BBG), mesin Tawon juga sudah diuji di laboratoriumKomposisi rancangan mesin itu kemudian disetting dengan kondisi terbaik, serta terbuat  dari bahan alumuniumHasilnya berupa mesin yang ringan namun menghasilkan tenaga tinggi"Cocok digunakan di desa-desa.  Misalnya  kalau  muatannya melebihi kapasitas mesin tersebut lebih kuat untuk menahan beban," ujar Nyoman berpromosi

Mesin Tawon  dikembangkan dengan bahan alumuniumKarena industri alumunium di Indonesia sangat memadahiDisamping itu, bahan bakunya juga tersedia di dalam negari sehingga relatif tidak ada masalahSaat  ini, pihaknya sudah bekerjasama dengan Pemda Tegal untuk memenuhi ketersediaan bahan bakuPemerintah juga memfasilitasi dengan industri lokal di daerah tersebut, karena  industri logam di Tegal punya potensi yang baik.

Mesin Tawon dikembangkan dalam kapasitas 500 cc, dan kedepan akan terus dikembangkan hingga 1.000 ccDengan penguasaan teknologi mesin tersebut, diharapkan akan bisa terus berkembang guna menghasilkan mesin-mesin dengan cc yang lebih besarKarena yang krusial adalah upaya penguasaan teknologi terkait dengan manufakturnya, desain, dan  pengujiannya

"Kalau tiga hal tersebut sudah dikuasai, kita  kembangkan terus kearah mesin yang lebih besar, sehingga dapat memenuhi kebutuhan- kebutuhan mesin yang lain, yang pada akhirnya tidak lagi tergantung dengan luar negeri untuk kebutuhan mesin-mesin lokal," ungkapnya(zul)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BlackBerry Diminta Blokir 3000 Situs Porno


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler