Moeldoko Kagum dengan AWR Kementan

Kamis, 01 Juli 2021 – 17:34 WIB
Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko meninjau ruang pusat data Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyatakan kekagumannya saat meninjau ruang pusat data Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian.

AWR sudah terintegrasi langsung dengan kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) di seluruh daerah.

BACA JUGA: Prabowo dan Dirjen WHO Bertemu di Jenewa, Bahas Hal Penting!

Ketua Umum HKTI ini juga mengaku bangga dengan kemajuan sektor pertanian Indonesia yang sudah menggunakan teknologi digitalisasi, terutama dalam mempercepat kemampuan petani serta meningkatkan kualitas produksi.

"Saya sangat bangga dengan AWR dan Kostratani Kementan," ujar Moeldoko saat beraudiensi dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sekaligus meninjau AWR dan berbincang langsung dengan para penyuluh di seluruh Indonesia, Kamis, (1/7).

BACA JUGA: Ada Kejutan dari Panglima TNI untuk Kapolri, Lihat Deh Fotonya

Menurut Moeldoko, teknologi AWR dan Kostratani merupakan teknologi tepat sasaran.

Dia juga menyebut penggunaan teknologi pertanian merupakan solusi masa kini yang bisa mengendalikan setiap persoalan di lapangan.

BACA JUGA: Gus Muhaimin Ingatkan Soal PPKM Darurat, Begini

AWR juga bisa dibilang sebagai sistem informasi yang mampu merespons semua keluhan.

"Ini betul-betul 'war room' atau ruang operasi yang bisa mengendalikan persoalan di lapangan dan merespons solusi secara cepat," katanya.

Moeldoko kemudian meminta para penyuluh dan petani memberi masukan intens terhadap jalannya proses pembangunan pertanian Indonesia.

Menurutnya, masukan dari para penyuluh penting untuk memperjuangkan dan meningkat kesejahteraan.

"Persoalan pupuk, benih dan lain lain saya kira teman harus kritis juga, jangan ragu-ragu untuk menyampaikan pendapat karena kalau Kostratani atau AWR tidak mendapat laporan tidak akan tahu apa yang harus diperbaiki. Jadi saya minta teman-teman semangat untuk memperjuangkan kehidupan petani agar tetap menyala," katanya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo diketahui juga sudah mempersiapkan inovasi berupa aplikasi peta potensi komoditas ekspor pertanian atau Indonesia Maps of Agricultural Commodities Export (IMACE).

Peta tersebut mempertemukan para pelaku usaha agribisnis dengan para petani di wilayah sentra komoditas unggulan.

Mengenai hal ini, Moeldoko mendukung semua upaya yang dilakukan jajaran Kementerian Pertanian dalam menumbuhkan dan mengembangkan semua potensi yang ada.

"Memang harus mengenal konsumen dan produsen, sehingga bisa menjadi jembatan."

"Misalnya, banyak petani yang memproduksi produk berkualitas tetapi kesulitan untuk menjualnya."

"Begitu juga dengan konsumen banyak yang mencari barang bagus tetapi tidak tahu di mana, nah itulah fungsi kita," pungkas Moeldoko.(*/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler