Mohon Kerja Sama Warga Selama PPKM Jawa Bali, Ganjar: Panjenengan di Rumah Saja

Sabtu, 09 Januari 2021 – 21:22 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di kantornya. Foto: Instagram

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk membantu pemerintah dalam menangani Covid-19.

Caranya mudah yaitu hanya dengan disiplin 3M dan tidak berkerumun selama pembatasan kegiatan masyarakat pada tanggal 11-25 Januari 2021.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Komnas HAM Bongkar Banyak Fakta, Peringatan untuk Bu Risma, Ini Terjadi saat Abu Bakar Baasyir Pulang

"Terkait pembatasan kegiatan masyarakat pada 11-25 Januari 2021. Kami mohon bantuan warga Jawa Tengah semua, kalau tidak penting jangan keluar rumah, kalau ada kerumunan tidak usah ikut, jaga jarak. Tolong selalu pakai masker, nggak usah nunggu dikejar-kejar," kata Ganjar di kantor Gubernur Jawa Tengah.

Menurut Ganjar dengan berdisiplin 3M selama 14 hari tersebut masyarakat sudah berkontribusi untuk menjaga diri sendiri, menjaga keluarga, dan menjaga negara.

BACA JUGA: Ganjar: Sebulan Saja, Suka tak Suka, Mau tidak Mau

Hal itu merupakan kontribusi yang luar biasa dalam kondisi seperti saat ini. Terlebih melihat kondisi di mana sudah banyak tenaga medis, ulama, romo dan kiai, serta tokoh-tokoh penting dan saudara yang mendahului karena Covid-19 ini.

"Maka kami mohon dukungan dari masyarakat Jawa Tengah dari tanggal 11-25 Januari tidak berkerumun, selalu pakai masker, dan tentu saja cuci tangan serajin mungkin. Pemerintah juga akan mengurangi dari sekarang 50 persen sampai hanya 25 persen yang bekerja di kantor. 25 persen itu sudah termasuk gubernurnya. Biarkan kami yang berkeliling melakukan kontrol, 'panjenengan' di rumah saja," katanya.

BACA JUGA: Terima Kasih, Pak Ganjar Bawa Banyak Bantuan untuk Para Lansia Umat Kristiani

Ganjar menambahkan, jika masyarakat ada kesulitan harap segera melapor ke lurah atau kepala desa, bisa juga ke RT dan RW serta gerakan Jogo Tonggo. Ia juga meminta agar gerakan Jogo Tonggo dihidupkan kembali agar bisa menjadi ruang untuk saling kontrol.

"Hidupkan lagi Jogo Tonggo, nanti akan kita bantu. Kawan-kawan di puskesmas nanti juga akan kami bantu agar bisa menjadi tempat paling depan untuk melakukan kontrol. Jadi kalau ada layanan kurang lapor kepada kami, biar kami yang datang. Kalau ada sesuatu yang utuh bantuan secara sosial, biar kami yang membantu untuk turun," pungkasnya. (flo/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler