Tanggapi Prabowo dan Jokowi soal Alutsista, JK: Apa yang Rahasia?

Kamis, 11 Januari 2024 – 08:10 WIB
Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla bersama bakal capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan di kediaman JK, Jalan Brawijaya Nomor 6, Jakarta, Sabtu (7/10/2023). ANTARA/Narda Margaretha Sinambela

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla turut mengomentari terkait data alat utama sistem senjata (alutsista) yang diminta oleh calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan saat debat capres putaran ketiga.

Anies saat itu meminta kepada calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto untuk memaparkan data mengenai pembelian alutsista hingga terkait anggaran Kementerian Pertahanan.

BACA JUGA: Jokowi Komentari Debat Capres, Timnas AMIN: Indikasi Kuat Tidak Netral

Menurut tokoh yang beken disapa dengan inisial JK itu, Prabowo seharusnya bisa menjawab hal tersebut karena tidak bersifat rahasia.

“Apa sih yang menjadi rahasia? Pengalaman saya, apa yang kita buat? Rahasia kepada siapa?” ucap JK di Jalan Brawijaya 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/1).

BACA JUGA: Jokowi Terkesan Membela Paslon 02, Timnas AMIN: Biasa, Bapak Sayang Anak

JK menuturkan bahwa terkait alutsista, sampai ke negara lain pun seharusnya sudah tahu. Terlebih, setiap 5 Oktober ada pameran alutsista yang biasanya untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI.

“Beli pesawat 2 dia tau di Amerika di Eropa, kita beli tank tau itu orang,” tuturnya.

BACA JUGA: Info Terkini Kasus Satpol PP Garut Bikin Video Dukung Gibran, Ternyata

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu mengatakan bahwa rakyat harus tahu mengenai anggaran yang dipakai untuk membeli alutsista.

“Rakyat harus tau berapa negara beli ini, berapa pajak mereka dikemanakan, rakyat mesti tau, rahasia pertahanan ini yang kita beli kapal selam langsung dan baru pesan oh sudah tau (negara lain),” kata dia.

Sebelumnya, capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto terlibat dalam debat yang cukup panas.

Hal itu terjadi dalam sesi saling bertanya antarcapres saat debat capres ketiga di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/1) tadi malam.

Anies menyindir bahwa Prabowo sebagai Menteri Pertahanan kerap melakukan pengadaan alat sistem pertahanan (alutsista) dengan memanfaatkan orang dalam.

“PT Teknologi Militer Indonesia, Indonesia Defence Security, lalu orang dalam dalam pengelolaan Food Estate, dan kita semua menyaksikan ketika ada pelanggaran etika, bapak tetap jalan terus dengan cawapres yang melanggar etika,” ucap Anies.

Prabowo lalu menjawab dengan suara yang cukup bergetar bahwa data yang diungkapkan Anies salah.

Eks Danjen Kopasus itu lalu mengajak Anies untuk duduk bersama di luar agenda debat dan buka-bukaan membahas berbagai isu termasuk Food Estate hingga PT Teknologi Militer Indonesia.

“Di mana masalahnya? Saudara bicara etik-etik ya kan saya keberatan, saya menilai karena anda desak saya, maaf ya, saya menilai anda tidak pantas bicara soal etik,” jawab Prabowo dengan suara meninggi.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan data mengenai alutsista, tidak dapat dibuka seluruhnya. Menurut dia, data pertahanan menyangkut strategi besar negara.

"Enggak bisa semuanya dibuka kayak toko kelontong, enggak bisa, enggak bisa, ya," kata Jokowi di sela kunjungan kerja di Serang, Banten, Senin.

Jokowi menyampaikan itu terkait adanya calon presiden yang meminta data pertahanan dibuka secara transparan kepada publik dalam debat ketiga Pilpres 2024, Minggu (7/1) malam. (mcr4/jpnn/com)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mahfud MD Tegaskan Data Alutsista Bukan Rahasia Negara


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler