Moncer di Survei Cawapres, Ridwan Kamil Bicara Panggilan Takdir 

Rabu, 04 Oktober 2023 – 20:32 WIB
Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Foto: dok jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau RK mengaku siap apabila takdir membuatnya berkontestasi dalam Pilpres 2024, baik dalam kapasitas sebagai pribadi atau kader partai politik.

Dia mengatakan itu menyikapi temuan teranyar Indikator Politik Indonesia yang turut mengungkap sosok dengan cawapres tertinggi.

BACA JUGA: Kuat di Jabar, Ridwan Kamil Cawapres Ideal untuk Ganjar

RK dalam temuan Indikator Politik Indonesia menjadi tokoh dengan elektabilitas tertinggi sebagai Bakal Cawapres 2024 mengalahkan Erick Thohir dan Sandiaga Salahuddin Uno.

"Jika ada panggilan takdir untuk maju, intinya saya harus siap. Apakah dalam kapasitas ditugaskan sebagai kader partai ataupun harus siap jika dipanggil sebagai kapasitas pribadi," kata mantan wali kota Bandung itu kepada awak media, Rabu (4/10).

BACA JUGA: Prabowo Ajak Ridwan Kamil Bertemu, Golkar Sebut Proses Mencari Pemenang

RK melanjutkan hasil survei tidak muncul begitu saja. Temuan lembaga seperti Indikator menjadi akumulasi kerja keras selama mengabdi kepada masyarakat. 

"Hasil survei itu aspirasi dan harapan masyarakat,” kata dia. 

BACA JUGA: AHY dan Ridwan Kamil Tidak Mungkin Lagi Jadi Bacawapres Ganjar Pranowo

Dalam hasil survei Indikator Politik Indonesia, RK dinilai sebagai sosok yang tepat menjadi cawapres pendamping Bakal Capres 2024 Ganjar Pranowo. 

Menurut RK, hasil survei menjadi persepsi masyarakat dan menyerahkan kepada pimpinan partai soal perjodohan politik pada Pilpres 2024.

"Kami pernah sebagai gubernur, sahabat yang baik, tetapi tentunya kita serahkan keputusan ini kepada pimpinan-pimpinan di partai, bagaimana yang terbaik untuk perjodohan dan untuk kedepannya,” katanya. 

RK pada dasarnya menyebut seluruh sosok yang berpotensi menjadi bakal capres sebagai sahabat, seperti Prabowo Subianto maupun Anies Baswedan. 

Kepada Ganjar, Prabowo, dan Anies, RK mengirim doa serya menyinggung tentang peta politik yang terus berubah sebelum pendaftaran.

"Sampai menjelang-menjelang pendaftaran saya menduga akan ada banyak hal-hal yang sifatnya dinamis,” kata dia. 

Diketahui, Indikator Politik Indonesia melakukan survei pada 25 Agustus-3 September 2023 berjudul Swing Voters, Efek Sosialisasi, dan Tren Elektoral Jelang Pilpres 2024.

Indikator menggunakan metode multistage random dalam melakukan survei yang melibatkan 1.200 responden.

Kemudian, Indikator menetapkan toleransi kesalahan atau margin of error dalam survei kali ini sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (ast/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler