Moratorium Bangun Mal dan Apartemen

Rabu, 07 September 2011 – 11:07 WIB

JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta adanya penghentian sementara atau moratorium terhadap pembangunan mal dan apartemen di JakartaHal ini sebagai cara untuk mengurangi daya tarik Jakarta sebagai kota impian mengadu nasib bagi masyarakat desa

BACA JUGA: Arus Kargo Siap-Siap Kacau



"Di Jakarta mungkin perlu moratorium pembangunan di Jakarta untuk hal-hal seperti mal, pembangunan apartemen-apartemen yang sebetulnya itu akan menarik banyak pendatang," kata Deputi Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah Bappenas, Max Hasudungan Pohan di kantornya, Jakarta.
 
Menurut Max, moratotium yang ia maksud adalah tidak memberi izin baru bagi pembangunan mal-mal di Jakarta
Menurutnya pembangunan di Jakarta saat ini menyulut adanya kalangan plaju yaitu orang-orang yang tidak tinggal di Jakarta tetapi di Bodetabek, namun bekerja di Jakarta.  "Itu lah kaum plaju, komuter, naik motor, kereta, itu yang menimbulkan traffic yang luar biasa," katanya.

Ia mengharapkan dari Pemda DKI Jakarta bisa melakukan jeda pembangunan 3-5 tahun pembangunan mal dan apartemen untuk lebih membenahi infrastruktur

BACA JUGA: Harga Minyak Melandai

Sehingga paling tidak gaung daya tarik Jakarta itu harus dihentikan sementara.

Menurutnya hal ini perlu didorong karena ini sangat terkait kemauan politik Pemda DKI Jakarta
Langkah lain yang harus ditempuh adalah mendorong investor swasta, dalam rangka meningkatkan infrastruktur di daerah lain di luar Jakarta, agar menciptakan suasana yang menarik investor di daerah lain

BACA JUGA: Lebaran, Okupansi Hotel Meningkat

"Itu yang memberi izin siapa, pemerintah daerah, pembangunan-pembangunan baru istirahat dulu lah, jeda pembangunan hal-hal yang baru supaya Pemda bisa tarik nafas dulu untuk membenahi," katanya.

Max menuturkan selama ini Bappenas selalu berpengangan pada yang sudah digariskan dalam pembangunan jangka panjang maupun menengahDalam UU No17 Tahun 2007, RPJP telah digariskan akan difokuskan pengembangan daerah-daerah lain di luar Jawa

"Jadi otomatis yang menekan urbanisasi sekarang tidak ada, memerlukan waktuJadi yang bisa dikejar adalah kemauan politik bagaimana membangun daerah, yang pusat juga harus ada kemauan besar untuk mendorong pembangunan di daerah lainBagaiman supaya mengalihkan secara cepat untuk mengakselerasi pembangunan di luar JawaDengan demikian orang-orang akan mencari kehidupan yang lebih baik, tidak perlu di Jakarta," tegasnya(lum)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Saham Berpotensi Naik pasca Liburan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler