MPR-Forum Rektor Sepakati Pentingnya Haluan Negara

Senin, 15 Agustus 2016 – 18:25 WIB
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan didampingi Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang, Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono serta Ketua Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono menerima kedatangan Aliansi Kebangsaan (Forum Rektor atau FRI dan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri atau FKPPI) di ruang kerjanya, Senin (15/8). FOTO: Humas MPR for JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menerima kedatangan Aliansi Kebangsaan (Forum Rektor atau FRI dan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri atau FKPPI) di ruang kerjanya, Senin (15/8).

Dalam pertemuan ini, para akademisi dari sejumlah universitas terkemuka menyerahkan berkas pokok pikiran mengenai haluan negara.

BACA JUGA: Psikolog Pastikan Jessica Bukan Psikopat

Para rektor yang ikut dalam rombongan itu antara lain dari Universitas Pancasila, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Hasanuddin, Institut Pertanian Bogor, Universitas Muhammadiyah UHAMKA, Universitas Paramadina, Universitas Cendrawasih Papua.

Sedangkan Ketua MPR didampingi Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang, Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono serta Ketua Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono.

BACA JUGA: Eks Sekretaris MA Ngaku tak Punya Nomor Telepon

Dalam pertemuan itu disepakati bahwa Indonesia memerlukan haluan negara dalam melakukan pembangunan berkelanjutan untuk jangka panjang.

Para akademisi menilai tidak sedikit visi pemerintah pusat dan daerah tidak saling bersinergi. Akibatnya, pembangunan menjadi tidak merata dan daerah seringkali tertinggal.

BACA JUGA: Terminal 3 Bandara Soetta Banjir, DPR: Ambil Hikmahnya

"Kita lepas dari haluan negaram sehingga visi kita belum jelas dan kita belum tahu sepuluh tahun mendatang akan jadi seperti apa," kata Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo.

Hal senada juga diungkapkan Ketua FRI Rochmat Wahab. Menurutnya, landasan ekonomi saat ini tidak lagi menerapkan ekonomi Pancasila sehingga program tidak berkesinambungan.

"Ekonomi Pancasila hilang sejak tidak ada haluan sehingga pembangunan itu tidak ada pegangan. Ekonomi Pancasila itu contohnya keseimbangan antara pusat dan daerah, sekarang tidak ada keseimbangan itu semua digeneralisasi oleh pusat," terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Zulkifli menyampaikan bahwa MPR saat ini tengah merumuskan haluan negara. Karena itu, sumbangan ide dari forum rektor diterima sebagai masukan.

"Saya kira ini bisa jadi landasan utama dan sumber bagi MPR,” ujar Zulkifli, sembari berharap seluruh pihak termasuk akademisi untuk ikut mengawal proses penyusunan haluan negara.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Soal Kewarganegaraan, Wiranto Undang Khusus Arcandra


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler