Anda Mudah Kena Rayuan Barang Murah di Online Shop? Bea Cukai Beri Peringatan Begini

Selasa, 26 Juli 2022 – 22:09 WIB
Bea Cukai mewaspadai penipuan online shop yang mengatasnamakan instansinya. Ilustrasi Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Kini, belanja sangat mudah dilakukan, bahkan tanpa beranjak dari tempat duduk di mah. 

Toko online sering menawarkan barang yang konon berkualitas dari luar negeri dengan harga miring dan mudah memikat calon pembeli. 

BACA JUGA: Bea Cukai Dukung Ekspor Olahan Rumput Laut dan Ikan di Dua Daerah Ini

Namun, masyarakat perlu waspada, iming-iming barang bagus dengan harga murah justru sering dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab dalam meraup keuntungan pribadi dengan melakukan penipuan, seperti penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Hatta Wardhana mengimbau masyarakat selalu waspada dan berpikir rasional. 

BACA JUGA: Bea Cukai Pantau Gerak-gerik Pelaku Usaha di 4 Wilayah Ini, Ingatkan Legal Itu Mudah

Berdasarkan laporan pengaduan penipuan melalui contact center dan media sosial Bea Cukai periode Juni 2022,  tercatat 689 pengaduan penipuan diterima.

Banyak modus yang digunakan dalam penipuan mengatasnamakan Bea Cukai, seperti modus online shop, barang lelang, asmara, serta modus barang diplomatik dan money laundry.

BACA JUGA: Bea Cukai Gencar Sosialisasikan Penerapan NLE, Ini Tujuannya

Bea Cukai menemukan media penipuan yang paling sering digunakan adalah WhatsApp, telepon, SMS, Facebook, Instagram, Telegram, dan marketplace.

Hatta mengimbau masyarakat harus lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi. Pastikan bertransaksi di marketplace atau online shop di media sosial yang sudah terjamin keamanannya. 

Jika mendapat informasi barang kiriman yang tertahan Bea Cukai, segera periksa status barang kiriman pada www.beacukai.go.id/barangkiriman.

Jika pelaku tidak dapat menunjukkan nomor resi sehingga barang tidak bisa dilacak, bisa dipastikan ini adalah modus penipuan. 

“Awalnya, transaksi atau hadiah kiriman tampak serius dan berjalan lancar, namun saat proses pengiriman barang, pelaku akan berkelit meminta uang tambahan karena barang ditahan Bea Cukai. Ujungnya barang tak kunjung datang dan uang menghilang,” katanya.

“Jika pelaku meminta mengirimkan sejumlah uang dengan alasan pembebasan barang yang disita Bea Cukai, perlu pahami Bea Cukai tidak pernah meminta mengirimkan uang pada rekening pribadi. Pembayaran langsung masuk kas negara yang dikirim menggunakan kode billing,” ujarnya.

Penipuan tidak akan terjadi jika kita cermat dan mampu mengendalikan diri. Bea Cukai sangat terbuka dalam menerima konfirmasi atau laporan pengaduan atas penipuan. 

Jika dihubungi oleh oknum yang mengaku sebagai petugas Bea Cukai, jangan panik dan segera hubungi contact center Bravo Bea Cukai di 1500225 dan pesan ke info@customs.go.id, atau melalui media sosial fanspage www.facebook.com/beacukaiRI, www.facebook.com/bravobeacukai, Twitter @BeaCukaiRI dan @BravoBeaCukai, serta Instagram @BeaCukaiRI. (mrk/jpnn)


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler