Mulai Ditilang Hingga Diminta Copot Baju

Kamis, 22 Mei 2014 – 16:35 WIB
GANGGU JALAN: Seorang siswa SMAN 19 dipaksa melepas baju ketika tertangkap berkonvoi. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

jpnn.com - SURABAYA– Larangan konvoi untuk merayakan kelulusan SMA sederajat ternyata kurang bertuah. Buktinya, sebagian pelajar di Surabaya nekat melakukan arak-arakan.

Kenekatan mereka menyulut tindakan tegas polisi. Tidak hanya membubarkan konvoi, polisi juga meminta para pelajar melepas baju yang sudah dicoret-coret. Bahkan, tidak sedikit yang ditilang.

BACA JUGA: Lulus Tes, 100 Honorer K2 Batal Diangkat jadi PNS

’’Sesuai dengan kesepakatan antara pemkot dan kepolisian, kami pun terjun untuk menindak mereka yang berkonvoi,’’ tegas Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Kanitturjawali) Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Edith Yuswo, Rabu (21/5).

Sejak awal, polisi tegas melarang konvoi kelulusan. Korps Bhayangkara itu tidak sekadar mengeluarkan larangan. Mereka juga berpatroli mengantisipasi kemungkinan adanya konvoi.

BACA JUGA: Bupati Bagi-Bagi Tips Kepemimpinan ke Pegawai Kemenkeu

Sebanyak 150 personel satlantas diterjunkan di berbagai titik dan 30 orang di antara mereka berpatroli. Aparat satlantas tersebut dibantu unit sabhara dan binmas.

Pada hari kedua pengumuman kelulusan kemarin, mereka melaksanakan penjagaan dan patroli di sejumlah titik. Meski tahu polisi siaga di mana-mana, ratusan pelajar dari beberapa SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta, ternyata tetap nekat berkonvoi.

BACA JUGA: Rumah Anggota Dewan Terbakar

Sebut saja, kelompok pelajar dari SMKN 7, SMKN 8, SMAN 19, dan SMA Barunawati. Semua rombongan tersebut menjadikan kawasan SMA kompleks (mas) sebagai lokasi ’’pusat’’ konvoi. Bahkan, mereka sempat bergabung di Jalan Slamet. Polisi di wilayah itu pun langsung membubarkan mereka. Sebagian diringkus, tetapi kemudian diperbolehkan pulang.

Namun, mereka tidak dilepas pulang begitu saja. Pelajar laki-laki yang seragamnya dicoret-coret diminta untuk melepasnya. Salah satunya adalah Ismail. Pelajar asal SMAN 19 tersebut sempat menggerutu saat diminta melepas baju. ’’Saya tidak membawa pakaian lain, Pak,’’ ucapnya.

Namun, polisi tetap meminta Ismail mencopot bajunya. Untungnya, dia membawa jaket sehingga tidak harus pulang dengan bertelanjang dada. Tidak hanya menyuruh melepas baju bagi pelajar laki-laki, polisi juga mengeluarkan surat tilang. ’’Kami tilang yang tidak memiliki SIM dan STNK. Ini semua kami lakukan untuk memberi efek jera,’’ kata Edith.

Ada puluhan pelajar yang ditilang karena konvoi tersebut. Namun, polisi belum bisa memastikan jumlahnya. ’’Ada puluhan yang kami tilang,’’ lanjut dia.

Fatur Rahman dari SMA Barunawati mengaku kena tilang lantaran tidak mempunyai SIM. Dia pun sempat menggerutu. ’’Kami melakukan ini (konvoi, Red) kan untuk merayakan kegembiraan karena lulus,’’ ujar pelajar asal Kapasari tersebut.(fim/c14/ib)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Awal Juni, Medan Punya Walikota Baru


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler