Mulai Mei Harga Bensin Tetap, Pertamax Naik

Kamis, 30 April 2015 – 04:31 WIB
SPBU. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Plt. Dirjen Migas I.G.N Wiratmaja Puja memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium untuk bulan Mei besok tidak naik. Alasan Kementerian ESDM, rata-rata harga minyak dunia dari 25 Maret sampai tanggal yang sama di April cenderung tetap. Lagi-lagi, keputusan itu dipastikan membuat PT Pertamina (Persero) lemas.

Wiratmaja menjelaskan, keputusan itu yang terbaik ketika harga minyak dunia stabil. Pemerintah tidak boleh menurunkan harga premium, apalagi menaikkan produk dengan oktan 88 itu. "Harganya tetap. Berlaku sejak 1 Mei 2015 pukul 00.00," ujarnya.
    
Jadi, komposisi harga premium di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) tetap Rp 7.400 per liter. Sedangkan di luar Jamali, bensin dilepas Rp 7.300 per liter. Harga yang sama juga berlaku untuk solar, yakni masih Rp 6.900.
    
Terpisah, Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang menyebut, harga itu jauh dari keekonomian. Artinya, pemerintah masih berbaik hati untuk tidak menaikkan harga premium.

BACA JUGA: Naikkan Harga Pertamax, Pertamina Jamin Lebih Murah dari Shell

Padahal, idealnya ada penyesuaian harga supaya BUMN energi itu tidak rugi saat jualan premium."Sudah disampaikan ke pemerintah, tapi Pertamina kan milik pemerintah juga," ujarnya.
            
Lantaran usulan tidak direspon, mau tidak mau perusahaan yang dipimpin Dwi Soetjipto itu harus mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah. Soal kemungkinan merugi, dia yakin pemerintah punya solusi.
    
Supaya kerugian tidak terus membengkak, Pertamina memutuskan untuk menaikkan pertamax yang sekarang Rp 8.600 per liter. Produk dengan nilai oktan 92 itu rencananya mempunyai harga baru per 1 Mei. Soal berapa besarannya, direktur yang akrab disapa Abe itu belum bisa membuka. Yang pasti, tidak terlalu signifikan.
    
Dia menjelaskan, Pertamina harus menjaga disparitas harga pertamax dengan premium sekitar seribuan rupiah. Kalau tidak, dia khawatir konsumen pertamax yang terus memilih untuk kembali ke premium. "Kalau sampai lari (ke premium) kerugian bisa lebih besar," ujarnya.
    
Sejak perbedaan harga premium dan pertamax dijaga, Pertamina menyebut ada lonjakan konsumen sampai 300 persen. Kalau sebelumnya setiap hari hanya menghabiskan sekitar 2 ribu kilo liter (kl), saat ini mencapai 6-7 ribu kl. Nah, kondisi itu yang dijaga betul oleh Pertamina.
    
Dia menambahkan, pihaknya baru bisa menggenjot harga setelah pertalite keluar. BBM jenis baru itu yang nantinya menjaga pelanggan supaya tidak kembali ke premium saat pertamax naik. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengadakan diskusi dengan beberapa orang untuk menjelaskan soal pentingnya pertalite.
    
Dirut Pertamina Dwi Soetjipto menyatakan, sudah menyampaikan perihal kenaikan harga minyak dunia. Namun, pemerintah yang mempertimbangkan kepentingan masyarakat kadang menjadi problem bagi kinerja Pertamina. "Tapi, sebagai alat negara kami akan melaksanakan keputusan pemerintah sepenuhnya," terangnya. (dim/kim)

BACA JUGA: Luncurkan Pertalite Bulan Mei, Pertamina Bakal Dekati DPR Dulu

BACA JUGA: Di Hadapan Buruh, Jokowi Beber Ada Uang BUMN Rp 430 Triliun Menganggur

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gubernur BI Ajak Kepala Daerah Ikut Tekan Inflasi, Ini Caranya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler