Muncul Klaster Covid-19, Rizieq Shihab Diminta tak Gelar Acara yang Mengumpulkan Banyak Orang lagi

Selasa, 24 November 2020 – 06:17 WIB
Habib Rizieq Shihab (sebelah kanan) saat bertemu Ustaz Abdul Somad. Foto: dok tim hukum FPI

jpnn.com, JAKARTA - Warga yang mengikuti sejumlah acara yang digelar Rizieq Shihab banyak terkonfirmasi positif Covid-19. Karena itu, anggota DPR Rahmad Handoyo meminta agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

Dia berharap acara-acara yang mengumpulkan banyak orang seperti yang dilakukan Rizieq itu menjadi pelajaran bahwa Covid-19 bisa menyerang siapapun.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Bung Karno saja Tak Searogan Rizieq, Tak Usah Mendewakan Keturunan Nabi, Anggota Polri Wajib Baca

"Ini menjadi pelajaran mahal buat kepada siapapun yang meremehkan dan abai terhadap protokol kesehatan dengan tetap mengadakan kegiatan yang berkerumunan masa," ujar Rahmat di Jakarta.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga mengimbau kepada siapa saja yang menghadiri acara Rizieq Shihab bila merasakan gejala Covid-19, segera memeriksa diri ke rumah sakit.

BACA JUGA: Simak, Ini Tahapan Gejala yang Dirasakan Pasien Covid-19

Orang tanpa gejala sangat berbahaya karena tidak merasakan sakit, tetapi bisa menularkan ke orang lain.

Satuan Tugas Covid-19 mengonfirmasi sebanyak 77 orang yang sempat menghadiri acara Rizieq Shihab positif Covid-19. Mereka ada yang menyambut kedatangan Rizieq di Bandara Soekarno Hatta dan Petamburan serta maulid Nabi di Tebet dan Megamendung, Bogor.

BACA JUGA: Bela Habib Rizieq, Ustaz Abdul Somad: Celaka Betul Orang yang Mengatakan soal Tidak Ada Penyambutannya

"Dari ditemukanya klaster ini membutktikan bahwa Covid-19 masih sangat berbahaya buat siapapun. Hanya satu cara yang efektif perang lawan Covid-19 ikuti protokol kesehatan dengan wajib 3M," tegas Rahmad.

Sementara itu, Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan setiap kerumunan rentan terjadi penularan Covid-19.

Hal ini perlu menjadi perhatian bagi Rizieq Shihab bila masih tetap ingin mengadakan acara yang mengundang banyak orang.

"Memang adanya kerumunan potensial meningkatkan klaster," katanya.

Pandu mempertanyakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menurutnya, tidak mencegah Rizieq mengadakan acara yang selalu menimbulkan kerumunan.

Seharusnya bisa dicegah, karena semua acara Rizieq tidak ada yang rahasia.

"Rizieq Shihab juga diimbau jangan membuat acara. Jadi bukan imbauan ke pendukungnya, karena pendukungnya juga setia. Kalau mau dakwah, silakan melalui daring," tutur Pandu.

Sedangkan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan sejauh ini dari 15 warga yang menghadiri acara di Petamburan, tujuh di antaranya positif Covid-19, termasuk Lurah Petamburan.

Sebanyak 50 jemaah yang menghadiri maulid di Tebet juga positif Covid-19.

"Data Jumat sore, 20 November, hasil swab antigen untuk klaster Megamendung yang diperiksa 559 orang, yang positif ada 20 orang," sambungnya.

Doni meminta masyarakat yang ikut dalam penjemputan Habib Rizieq di bandara Soekarno-Hatta dan menghadiri beberapa acara Rizieq agar melapor kepada ketua RT/RW di wilayahnya. Ada baiknya juga memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. (flo/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler