Muqowan: DPP IKA UNDIP Akan Menemui Ketua MK

Rabu, 21 Februari 2018 – 02:05 WIB
Arief Hidayat (kanan). Foto: Dok. JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Desakan kepada Arief Hidayat agar mengundurkan diri dari Jabatan Ketua MK RI mendapatkan respons dari DPP IKA UNDIP. Pasalnya, Arief Hidayat merupakan alumni UNDIP.

Menurut Wakil Ketua Umum DPP IKA UNDIP, Akhmad Muqowam, teguran lisan yang diberikan oleh Dewan Etik MK kepada Arief Hidayat tidaklah proporsional bagi pihak-pihak yang mendesak mundur. Hal ini sangat beralasan jikalau mencermati secara detail dan jernih tanpa pretensi politis terhadap apa yang dilakukan oleh Arief Hidayat dan putusan Dewan Etik.

“Saya telah mendapatkan informasi apa adanya terhadap apa yang dilakukan oleh Arief Hidayat,” kata Muqowam dalam keterangan persnya, Selasa (20/2).

Bahkan, menurut Ketua Komite I DPD RI ini, jika memperhatikan situasi dan kondisi struktural MK RI saat ini sangat berbeda dengan MK RI sebelum Arief Hidayat menjadi Ketua. Hal ini berimplikasi sekecil apa pun yang bernuansa etik dapat menjadi objek perkara Majelis Kehormatan MK RI untuk mengadakan Dewan Etik.

Sebagaimana terinformasi ke publik bahwa persoalan yang mendera Ketua MK RI adalah soal ketebelece dan soal pertemuan di sebuah hotel dengan anggota Komisi III DPR RI. Menurut Muqowam, Dewan Etik memutuskan bahwa terhadap persoalan pertemuan Arief Hidayat mendapatkan teguran lisan, suatu tingkat sanksi yang merupakan warning bahwa hal tersebut sebaiknya tidak dilakukan oleh seorang Hakim MK.

Namun, kata Muqowam, apa yang dilakukan oleh Arief Hidayat sesungguhnya sudah mendapatkan izin dari Dewan Etik secara lisan. Karena pertemuan dilakukan untuk mengatur teknis penjadwalan atas adanya fit and proper test Hakim MK di Komisi III DPR RI. Bahkan pertemuan tersebut dilakukan secara terbuka, dihadiri banyak orang, baik anggota DPR maupun Sekretariat Komisi III. “Tidak ada yang rahasia, apalagi ada deal politik,” katanya.

Lebih lanjut, Senator asal Provinsi Jawa Tengah ini mengatakan situasi menjadi menarik ketika banyak pihak yang memberikan komentar, terlebih mendesak Arief Hidayat mundur. Ia menilai kecenderungan desakan untuk mundur tersebut merupakan sesuatu yang tidak proporsional dan cenderung politis. Bahkan mungkin ada kepentingan pihak yang menghendaki orangnya menjadi Ketua MK.

“Saya tidak tahu siapa yang dimaksud, itu barangkali saja,” katanya.

Atas apa yang terjadi dengan Arief Hidayat, menurut Muqowam, DPP IKA UNDIP tentu tidak boleh diam dan DPP IKA UNDIP akan mengadakan pertemuan dengan Arief Hidayat. Sebagai wadah alumni UNDIP, sangatlah wajar mengapresiasi Arief Hodayat.

“Syukur-syukur bisa membantu, mendukung dan mengkomunikasikan kepada berbagai pihak, sehingga pihak-pihak tersebut dapat menyikapi tidak berlebihan terhadap persoalan Arief Hidayat, menghindari kegaduhan di Republik ini,” ujar Muqowam.

Menurut Muqowam, pertemuan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Sebab di tingkat DPP IKA UNDIP perihal Arief Hidayat sempat menjadi agenda pembicaraan yang perlu ditindaklanjuti.(fri/jpnn)

BACA JUGA: Desakan agar Arief Mundur dari Ketua MK Memicu Kecurigaan

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sudahlah, Arief Hidayat Tak Pantas Lagi Jadi Hakim MK


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler