Murni Urusan Daerah, Pilkada Tetap Didanai APBD

Kamis, 27 Oktober 2011 – 17:57 WIB

JAKARTA - Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Djohermansyah Djohan menegaskan bahwa Pemilukada harus tetap dibiayai dengan APBDMenurutnya, Pemilukada murni  urusan daerah.

"Ada otonomi, maka daerah punya urusan dan kewenangan

BACA JUGA: KNPI Butuh Pemimpin yang Bebas Konflik

Pemimpinnya (kepala daerah) dipilih oleh rakyat untuk menjalankan urusan rumah tangganya
Kalau begitu filosofinya, pembiayaan mesti dari uang daerah (APBD)," ujar Djohermansyah di sela-sela diskusi bertema "Menyongsong Lahirnya UU Pemilukada" yang digelar Seven Strategic Studies di Jakarta, Kamis (27/10).

Pernyataam Djohermansyah itu untuk menanggapi usulan Ketua Umum Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Isran Noor, yang meminta agar Pemilukada didanai APBN

BACA JUGA: Pelantikan Bupati Kobar Kian Tak Pasti

Alasan Isran, karena Pemilukada sudah masuk rezim Pemilu maka angaran Pemilukada harus berasal dari APBN.

Namun menurut Djohermansyah,   nantinya pemilihan kepala daerah bukan rezim Pemilu
"Nanti namanya RUU Pemilihan Kepala Daerah," tanda birokrat yang akrab disapa dengan panggilan Prof Djo itu.

Sementara tekait usulan agar Pilkada putaran kedua ditiadakan, dengan tegas Djohermansyah mengatakan bahwa pada prinsipnya pasangan pemenang pilkada ditentukan berdasarkan suara mayoritas.  "Bukan suara terbanyak, tapi dasarnya adalah suara mayoritas, 50 persen lebih," ucapnya.

Meski demikian Djohermansyah mengakui, pada prakteknya seringkali raihan suara pemenang Pilkada tak mencapai 50 persen lebih

BACA JUGA: Calon Ketum KNPI Harus Punya Akses Hingga ke Desa

"30 persen adaMalah dalam praktek 21 persen bisa menang," tandasnya.

Sedangkan Ketua Komisi II Chairuman Harahap yang juga tampil sebagai pembicara menilai kekhawatiran bahwa Pemilukada yang berkali-kali akan memakan biaya tinggi, sama sekali tak beralasanPolitisi Golkar itu menegaskan, buah demokratisasi dari Pemilukada tak bisa dinilai dengan uang.

 "Menyimpulkan biaya Pemilukada terlalu mahal itu belum didasarkan pada hasil audit komprehensif dan belum mempertimbangkan orientasi pembinaan kehidupan berdemokrasi," ulasnua.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Asosiasi Kabupaten Minta Pilkada Didanai APBN


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler