Musim Kemarau, Harga Sayur di Pasar Melonjak

Senin, 22 Oktober 2018 – 11:17 WIB
Ilustrasi pasar tradisional. FOTO : Jawa Pos

jpnn.com, MALANG - Kemarau panjang yang terjadi di beberapa daerah, mulai memengaruhi pasokan sejumlah jenis kebutuhan pangan, seperti sayuran di Kota Batu dan Karangploso Kabupaten Malang.

Akibatnya, harga beberapa sayuran mengalami kenaikan bahkan penurunan drastis.

BACA JUGA: 4 Sayuran yang Tak Boleh Dipanaskan Berulang

Salah satu sayuran yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah wortel yang semula Rp 8 ribu, kini menjadi Rp 11 hingga Rp 13 ribu per kilonya.

Kenaikan ini disebabkan menurunnya pasokan ke pasar tradisional Karangploso, sebagai sentra bahan pangan untuk Kota Batu hingga Kabupaten Malang.

BACA JUGA: Tenang, Harga Pangan Masih Stabil di Pasar Tradisional

Selain itu, komoditas lain yang juga mengalami kenaikan yaitu bawang merah naik 30 persen dengan harga Rp 11 ribu per kilonya, sayur andewi naik 50 persen dengan harga Rp 3,5 ribu per kilo, sedangkan sawi daging naik 30 persen dengan harga Rp 4 ribu per kilo.

"Musim kemarau yang berangsur lama mengakibatkan pasokan sayur dari petani berkurang," ujar salah satu pedagang, Muji Slamet.

BACA JUGA: Panen Padi Melimpah, Kementan Pastikan Petani dapat Berkah

Selain itu, ada juga beberapa komoditas pangan yang mengalami penurunan harga. Antara lain ialah jagung, dari harga Rp 40 ribu per kilo kini Rp 20 ribu per 15 kilonya. Tak hanya itu, tomat sayur juga mengalami penurunan harga.

Menurut salah satu pedagang, Muchtar, harga tomat sekarang sangat anjlok dengan harga dari petani sebesar Ro 400 per kilonya.

"Saya mengalami kerugian dengan adanya penurunan harga tomat tersebut," keluh Muchtar. (yos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Produksi Beras Masih Aman saat Musim Kemarau


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler