Produksi Beras Masih Aman saat Musim Kemarau

Kamis, 04 Oktober 2018 – 21:28 WIB
Petani di sawah. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nasional Inkorena GS Sukartono menilai Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki data akurat mengenai tingkat produktivitas.

Misalnya, luas panen maupun tanam saat musim kemarau untuk padi. Dengan demikian, bisa dihitung jumlah lahan yang berhasil panen maupun yang gagal.

BACA JUGA: Data Jumlah Produksi tak Valid Picu Polemik Impor Beras

"Sebetulnya meskipun musim kemarau, produksi seperti beras, masih aman dibandingkan dengan konsumsi dalam negeri. Biasanya Direktorat Jenderal Pangan Kementan ada datanya," ujar Sukartono, Kamis (4/10).

Sukartono mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, dampak gagal panen padi akibat kekeringan sektor lahan tani hanya berkisar 1-1,35 persen.

BACA JUGA: Ribuan Jiwa Krisis Air Bersih di Sini

Dampak gagal panen akibat kekeringan sektor lahan tani tidak melebihi angka 1,5 persen.

Menurut dia, hal itu berbeda dengan pertanian tembakau. Sukartono menjelaskan, kualitas tembakau semakin bagus saat dipanen jika tingkat kekeringan kian tinggi.

BACA JUGA: Musim Kemarau, Pencari Emas Sibuk di Sungai Bengawan Solo

Dia menambahkan, sampai saat ini ukuran kesejahteraan petani juga masih aman secara produktivitas panen dan hasil bila memakai ukuran nilai tukar petani (NTP).

"Sekarang ini, kan, kalau NTP naik itu amat bagus, ya. Artinya kesejahteraan petani meningkat," ucap Sukartono.

Menurut Sukartono, pengelolaan lahan tani juga bergantung kepada cuaca atau musim. Oleh karena itu, kata Sukartono, data tentang iklim dan pendampingan rutin ke petani memamg diperlukan.

"Supaya gagal panen pada musim kemarau yang mungkin bisa mundur atau cepat bisa segera ditanggulangi. Kemudian informasi selalu diperbarui, kapan tanam, kapan panen dan sebagainya sehingga sampai ke petani," ujar Sukartono.

Sukartono menuturkan, pemanfaatan alat teknologi pertanian saat ini juga semakin maju dan mudah diakses untuk mendukung produktivitas pertanian. Misalnya penggunaan traktor untuk masa kini.

Berdasarkan data Kementan, dampak kemarau terhadap produtivitas tani masih di bawah ambang batas.

Jika dibandingkan luas tanam periode Januari-Agustus 2018 yaitu 10.079.475 hektare, dampak kekeringan pertanian adalah 1,34 persen atau 135.226 hektare.

Data tersebut sudah termasuk yang gagal panen hanya 0,26 persen atau 26.438 hektare dari seluruh luas tanam.

Sementara itu, NTP per September 2018 dirilis Badan Pusat Statistik mencapai 103,17 atau naik 0,59 persen dibandingkan periode yang sama di bulan sebelumnya.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Debit Air Waduk Menyusut, Warga Panen Ikan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler