Najamuddin Sewang Dieksekusi Oknum Polisi, Kombes Komang Ungkap Fakta soal Senpi, Ternyata

Sabtu, 23 April 2022 – 21:34 WIB
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana. Ilustrasi Foto: ANTARA/Darwin Fatir

jpnn.com, MAKASSAR - Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengklarifikasi informasi soal senjata api atau senpi yang dipakai pelaku menghabisi pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar Najamuddin Sewang.

Diketahui, Najamuddin Sewang dieksekusi oleh oknum polisi berinisial SL di Jalan Danau Tanjung Bunga, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar, Minggu (3/4) lalu.

BACA JUGA: Konon Begini Kondisi Janda Rachma yang Disebut Kekasih Gelap Kasatpol PP Makassar, Duh

Kapolrestabes Makassar Kombes Budhi Haryanto sebelumnya menyebut pelaku membeli pistol itu secara online dari jaringan teroris.

Namun, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana mengungkap fakta bahwa senpi itu ternyata milik CA, oknum anggota Brimob Polda Sulsel.

BACA JUGA: Heboh Oknum Dosen Melecehkan Mahasiswi di Aceh, Modusnya, Alamak

"Ternyata pistol tersebut bukan dibeli dari jaringan teroris. Tidak benar informasi sebelumnya," ucap Kombes Komang di Makassar pada Jumat (22/4) kemarin.

Perwira menengah Polri itu menyebut senpi yang dipakai menghabisi Najamuddin Sewang tersebut dipinjam oleh tersangka SL kepada CA.

BACA JUGA: Cinta Terlarang dengan Janda Rachma Bikin Kasatpol PP Gelap Mata

Menurut mantan Kapolresta Denpasar itu, dalam pemeriksaan terungkap bahwa pistol itu sudah lama dibeli oleh CA melalui internet atau online.

Oknum anggota Brimob itu juga mengetahui senpi itu bakal digunakan untuk membunuh korban.

"Ini CA bukan sekadar meminjamkan pistol, melainkan dia ikut terlibat dalam kasus ini," ucap Kombes Komang.

Sebelumnya, Kombes Budhi Haryanto mengatakan pelaku membeli pistol yang dipakai untuk menembak pegawai Dishub Makassar itu dari jaringan teroris.

"Pistol jenis revolver itu dibeli secara online (daring) oleh tersangka dan ternyata belinya sama jaringan teroris," kata Kombes Budhi Haryanto.

Kasus pembunuhan Najamuddin Sewang merupakan pesanan Kasatpol PP nonaktif Kota Makassar Iqbal Asnan (IA).

BACA JUGA: Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng, Arief Poyuono Khawatir Dibatalkan Luhut

Polisi telah menetapkan lima tersangka dalam kasus itu, salah satunya IA selaku otak pembunuhan.

Motif kasus pembunuhan itu adalah persoalan asmara berupa cinta segitiga antara IA, janda berinisial R alias Rachma, dan Najamuddin Sewang.

Janda Rachma yang disebut-sebut sebagai kekasih gelap Kasatpol PP IA juga seorang pejabat di Dishub Makassar. (mcr29/fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler