Cinta Terlarang dengan Janda Rachma Bikin Kasatpol PP Gelap Mata

Kamis, 21 April 2022 – 10:19 WIB
Pejabat Dishub Makassar Rachmawati alias Rachma yang disebut-sebut menjadi wanita dalam cinta segitga melibatkan Kasatpol PP Iqbal Asnan dan pegawai Dishub (Alm) Najamuddin Sewang yang tewas dibunuh. Foto: WAG Awak Media di Makassar.

jpnn.com, MAKASSAR - Sejumlah fakta terungkap dalam kasus pembunuhan berencana terhadap pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar Najamuddin Sewang yang diotaki Kasatpol PP Iqbal Asnan (IA) Cs.

Polisi telah menjerat lima tersangka dalam kasus itu. Selain IA, ada empat rekannya yang membantu, yaitu AS, SH, CA dan SL.

BACA JUGA: Kasus Kasatpol PP Makassar, Kombes Budhi: Hai Laki-Laki, Jangan Punya Simpanan ya

Dua nama terakhir merupakan oknum anggota Polri, salah satunya CA yang menjadi eksekutor penembak Najamuddin Sewang.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto lantas membeber adanya cinta terlarang di balik kasus pembunuhan itu.

BACA JUGA: Sosok Kasatpol PP Makassar Iqbal Asnan di Mata Tetangga, Oalah Ternyata

Pembunuhan Najamuddin Sewang berawal dari masalah asmara. Lebih tepatnya cinta segitiga.

Perempuan yang menjadi rebutan dalam cinta segitiga itu bernama Rachmawati alias Rachma. Seorang janda.

BACA JUGA: Siapa Dalang Korupsi Minyak Goreng di Kemendag?

Janda Rachma sendiri juga pejabat di Dishub Makassar. Jabatannya cukup mentereng, Kasi Transportasi Publik.

"Motifnya adalah cinta segitiga. Ini persoalan pribadi" ujar Kombes Budhi Haryanto pada Senin (18/4) lalu.

Seorang pejabat yang menjadi sumber JPNN.com di Makassar bahkan mengungkap hal yang bikin Kasatpol PP Iqbal Asnan -kini sudah dicopot, gelap mata.

Menurut sumber yang enggan ditulis namanya itu, Iqbal Asnan menghabisi Najamuddin Sewang karena benci terhadap korban yang kerap dekat dengan kekasih gelapnya, Rachma.

Kebencian terhadap korban membuncah hingga pelaku merencanakan pembunuhan sejak dua tahun lalu.

Sebelum pembunuhan berencana itu terlaksana pada Minggu (3/4) lalu di Jalan Danau Tanjung Bunga, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar, IA kerap meneror korban.

BACA JUGA: Tampil Menggoda di OnlyFans, Bu Guru Ini Kantongi Miliaran per Bulan

Teror yang dilakukan Kasatpol PP Makassar itu berupa santet hingga menyewa oknum polisi untuk melakukan tindakan kejahatan itu. Termasuk, percobaan pembunuhan yang gagal pada 2020 lalu.

"Ini Pak Iqbal benci terhadap korban yang katanya dekat dengan Rachma," beber pejabat tersebut.

Perihal pengancaman dari Iqbal Asnan terhadap Najamuddin diungkap oleh kakak kandung korban, Juni Sewang.

BACA JUGA: Konon Begini Kondisi Janda Rachma yang Disebut Kekasih Gelap Kasatpol PP Makassar, Duh

Juni menyebut pelaku pernah menyampaikan kalimat yang menakutkan mengenai adiknya.

"Kalau bukan adikmu sudah lama saya tembak," ungkap Juni Sewang saat ditemui di Polrestabes Makassar beberapa hari lalu.

Pada akhirnya ancaman itu ternyata dilakukan Iqbal Asnan. Dia memakai jasa oknum polisi untuk menghabisi Najamuddin Sewang.

BACA JUGA: Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng, Arief Poyuono Khawatir Dibatalkan Luhut

Kombes Budhi Haryanto menyebut Iqbal selaku otak pelaku pembunuhan memberikan uang sekitar Rp 85 juta kepada oknum anggota polisi.

Uang itu diberikan karena SL karena membantu pelaku mengeksekusi korban.

"Katanya uang tersebut sebagai ucapan terima kasih," ujar Kombes Budhi. (mcr29/fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler